Connect with us

Saham

Warning! Luhut Mau DKI PSBB Ketat, IHSG Bisa Tertekan

[ speaker id=1375]

 

Jakarta – Pasar saham domestik mendapat kabar kurang bagus, pasalnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menginstruksikan Gubernur DKI Jakarta untuk kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar (PSBB Ketat) mulai  18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Instruksi ini untuk meredam kenaikan jumlah korban yang terinfeksi virus covid-19.

Head of Research PT MNC Sekuritas, Edwin Sebayang berpendapat, saat ini beberapa negara Eropa sedang dan akan memberlakukan kembali kebijakan karantina wilayah (new lockdown) mengantisipasi second wave serangan Covid19. Kini, giliran pemerintah AS yang dikhawatirkan akan memberlakukan kembali lockdown, sentimen ini mendorong indeks Dow Jones melemah 0,62%.

“Di tengah adanya kemungkinan akan diberlakukannya kembali PSBB ketat dibeberapa propinsi di Indonesia berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG Selasa ini,” kata Edwin Sebayang.

Rencana PSBB ketat sudah digaungkan Menko Luhut yang meminta Anies Baswedan kembali membatasi jam operasional hingga pukul 19:00 dan membatasi jumlah orang berkumpul di tempat makan, mall, dan tempat hiburan. Pengetatan masa bekerja dari rumah, kata Luhut, guna mengantisipasi atau menekan lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Natal dan Tahun Baru 2021.

MNC Sekuritas memperkirakan, pada perdagangan Selasa ini, 15 Desember 2020, IHSG akan bergerak pada rentang 5.960 – 6.051.

Sementara itu, CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, dalam risetnya memaparkan, investor akan menanti rilis data perekonomian mengenai neraca perdagangan. Di sisi lain vaksin massal dan progress vaksin sendiri memberikan optimisme kepada investor. Meski demikian kinerja Indeks sangat kuat di bulan Desember ini.

“IHSG diprediksi menguat pada perdagangan hari ini pada rentang 5.970 – 6.079,” tulis CGS-CIMB Sekuritas.

Sumber Berita : CNBC Indonesia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Saham