Wapres: Perekonomian di Palu harus segera pulih
Makro Ekonomi

Wapres: Perekonomian di Palu harus segera pulih

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perekonomian di Palu harus segera pulih untuk mempercepat proses pembangunan kembali daerah yang hancur akibat bencana gempa bumi dan tsunami.

Wapres menegaskan untuk mempercepat pemulihan perekonomian di Palu, maka harus ada uang masuk ke daerah tersebut yang digunakan untuk proses jual-beli kebutuhan sehari-hari dan pembangunan rumah rusak.

“Ya harus masuk duit. Tadi saya sudah jelaskan harus cepat rehabilitasi. Rehabilitasi itu kan pembangunan, pasti orang kontraktor dapat uang, rakyat dapat uang, jadi ekonomi jalan,” kata Wapres dalam keterangannya kepada media di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu, Jumat.

Lumpuhnya perekonomian di daerah terdampak gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Donggala menyebabkan masyarakat sekitar tidak memiliki pendapatan, sehingga kegiatan perekonomian terhenti.

Oleh karena itu, Pemerintah Pusat mengutamakan perbaikan infrastruktur seperti gardu listrik dan menara BTS (base transceiver station).

“Oleh karena itu, maka harus bersama-sama. Infrastruktur jalan, kalau sudah jalan listrik, jalan ‘handphone’, kemudian masyarakat sudah ada penghasilan, pasti ekonomi jalan lagi,” tambahnya.

Banyaknya warga bukan asli Palu di daerah terdampak bencana menyebabkan sebagian besar masyarakat panik dan berbondong-bondong ke luar Palu untuk menuju daerah asal mereka, antara lain seperti ke Makassar, Balikpapan dan Pulau Jawa.

“Kondisi masyarakatnya takut, listrik tidak ada, atau dia (warga) pulang ke Makassar, pulang ke Balikpapan, pulang ke Jawa, itu memang begitu,” ujarnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla bertolak ke Palu, Jumat pagi, untuk meninjau langsung kondisi pascabencana gempa bumi dan tsunami yang melanda daerah tersebut pada Jumat pekan lalu (28/9).

Wapres juga sempat memimpin langsung rapat koordinasi penanganan gempa bumi dan tsunami Palu di Posko Penanggulangam Bencana Korem 132/Tadulako.

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Leave a Comment