Tips Menggunakan Uang Elektronik “e-money” yang ...
Perencanaan Keuangan

Tips Menggunakan Uang Elektronik “e-money” yang Baik dan Cermat

Apakah anda sudah mengetahui e-money? sistem pembayaran elektronik, jelasnya adalah uang yang digunakan dalam transaksi secara elektronik atau uang dalam bentuk elektronik.

Untuk Era Digital sekarang ini e-money sudah menjadi kebutuhan untuk melakukan transaksi pembayaran Secara Non Tunai, Contohnya ketika kita ingin membayar Tol, Naik transportasi Kereta Comuter, Busway, atau belanja di supermarket semua transaksi sudah di peruntuhkan untuk membayar secara Non Tunai.

Untuk anda yang baru menggunakan e-money ataupun sudah lama, cobalah untuk cermat dan hemat saat memakai e-money. Berikut cara agar keuanganmu lebih baik dan efisien saat memakai e-money.

1. Pilih e-money Sesuai Kebutuhan

Sesuaikan pilihan e-money dengan kebutuhan sehari-hari. Sekarang sudah ada e-money versi untuk kereta, belanja di mini mart, pintu tol, dan lain-lain. Lebih baik memiliki satu kartu untuk semuanya atau dibagi saja? Lihat dulu apakah kamu sering datang dan berulang kali melakukan transaksi di merchant tersebut? Misalkan sering naik commuter line dan melewati jalan tol, maka kamu perlu e-money supaya efisien dan tidak lama antri. Tapi sebaliknya jika dalam setahun hanya hitungan jari, penggunaan e-money jadi kurang terpakai.

2. Pakai Debit untuk Transaksi Besar

Kalau kamu mau melakukan transaksi dengan nominal yang relatif besar, usahakan untuk menggunakan kartu debit yang pasti memiliki saldo lebih banyak. Penggunaan kartu debit untuk transaksi bernilai besar juga relatif lebih aman lho karena akunmu tercatat di perbankan dan ada nomor identitas pribadi atau PIN.

3. Pakai E-Money dari Perbankan Resmi

Pilihlah e-money yang dikeluarkan oleh perbankan yang resmi dan jangkauannya bisa mencapai pelosok wilayah. Penggunaan uang elektronik dari bank resmi dan jangkauannya luas juga memudahkan kamu jika berpergian ke wilayah pelosok atau daerah yang jauh dari asalmu.

4. Perhatikan Biaya Tambahan

Seringkali masyarakat lupa dengan adanya biaya tambahan atau extra charge dan administrasi setiap melakukan transaksi, biaya bulanan, atau potongan tiap isi ualng. Tips penggunaan e-money ini, harus jeli setiap pembuatan awal dan update dengan informasi berkaitan syarat & ketentuan penggunaan e-money tersebut.
Jangan sampai nih, uang yang ada dalam e-money kamu justru habis termakan biaya bunga atau administrasi yang tidak kamu ketahui sebelumnya.

5. Rawat Kartu

Satu keping kartu e-money sama saja dengan uang tunai di dompet. Jika e-money hilang maka seperti kehilangan uang tunai yang ada di dompet. Uang tidak dapat dikembalikan dan dilacak. Begitu juga jika chip di kartu rusak, jadi jangan “jorok” dan rawat baik-baik kartumu

BACA JUGA: Tips Menggunakan Uang Elektronik “e-money” yang Baik dan Cermat
Kekurangan menggunakan e-money

1. Sulitnya cek saldo, sehingga saat melakukan pembayaran bisa jadi konsumen tidak mengetahui saldonya habis. Misalanya Kehabisan saldo di tol adalah masalah yang sering sekali dialami para pengendara, Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya kita tetapkan saldo minimal yang harus ada pada emoney kita. Misalnya saja Rp 50.000, Jadi saat saldo kita tinggal Rp 50.000 kita anggap saldo kita sudah habis dan harus segera top up saldo e-money. Jangan merasa sayang saat mengisi saldo e-money, karena saat top-up tersebut kita sebenarnya hanya memindahkan uang kita (dari rekening/dompet ke e-money).

2. Selain itu, kekurangan menggunakan uang elektronik adalah kalau kartunya hilang, uangnya pun ikut hilang. Beda dengan ATM yang saat hilang masih bisa diblokir rekeningnya dan uang pun masih utuh. Sedangkan e-money tidak bisa diblokir dan tidak bisa diklaim. Tapi, orang yang menemukan kartu tersebut bisa memakainya karena tidak memakai PIN.

Kelebihan menggunakan e-money

1. Mempermudah dan mempercepat transaksi, hal ini bisa mengurangi masalah antrian yang panjang.

2. e-money sangat memudahkan karena kita tidak perlu lagi membawa uang tunai, keuntungan jelas untuk mengontrol pengeluaran dana yang tersedia hanya Rp1 juta. Ini bisa menjadi pos untuk trasportasi atau makan yang sudah dijatahkan. Jadi, Anda tak perlu repot memisahkan dananya.

3. Selain itu, uang elektronik juga efektif diberikan pada sopir atau asisten rumah tangga, untuk keperluan membeli bensin, parkir, belanja di supermarket dan sebagainya, karena mempermudah pengontrolan.

Leave a Comment