Connect with us

Pasar Uang

Rupiah Berpotensi Melemah Akibat Rencana Pemerintah Perketat PSBB

Rupiah dibuka menguat di posisi Rp 14.110 per dolar AS. Namun, berpotensi melemah seiring rencana pemerintah memperketat kembali PSBB.

 

Jakarta – Nilai tukar rupiah pada perdagangan pasar spot pagi ini, Rabu (16/12) dibuka menguat 0,07% ke level Rp 14.110 per dolar AS. Namun, rupiah berpotensi melemah seiring Pembatasan Sosial Berskala Besar yang kembali diperketat. Mengutip Bloomberg, bergerak melemah dari posisi pembukaan ke Rp 14.120 per dolar AS hingga pukul 10.20 WIB.

Mayoritas mata uang Asia bergerak menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,05%, dolar Singapura 0,01%, dolar Taiwan 0,01%, peso Filipina 0,02%, ringgit Malaysia 0,04%, dan baht Thailand 0,08%. Sementara itu, dolar Hong Kong melemah 0,01%, won Korea Selatan 0,03%, rupee India 0,09%, serta yuan Tiongkok 0,08%.

Vice President Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menjelaskan rupiah hari ini berpotensi melemah karena sentimen dari kebijakan aktivitas ekonomi seiring kenaikan kasus Covid-19. “Pengetatan aktivitas berpotensi melambatkan pemulihan ekonomi. Sementara persetujuan vaksin masih awal tahun depan,” ujar Ariston kepada Katadata.co.id, Rabu (16/12).

Pemerintah akan memberlakukan kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Hal itu untuk mencegah kenaikkan kasus Covid-19 setelah libur panjang.

Adapun usulan intervensi yang akan dilaksanakan pemerintah yaitu work from home (WFH) 75%, pelarangan perayaan tahun baru di seluruh provinsi, dan pembatasan jam operasional mal, restoran, serta tempat hiburan hingga pukul 19.00 untuk Jabodetabek dan 20.00 untuk zona merah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Meski demikian, menurut dia, rupiah dapat memperoleh sentimen dari isu vaksin dan stimulus AS. Ia memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp 14.080 hingga Rp 14.150 per dolar AS.

Analis HFX Berjangka Adhy Pangestu mengatakan secara umum nilai tukar rupiah masih bergerak datar dalam ruang transaksi antara harga rendah Rp 14.012–14.227 per dolar AS. Hal ini sudah berlansung sejak 10 november 2020.

“Harga Rp 14.000 masih merupakan level psikologi yang sampai dengan hari ini bertahan,” ujar Adhy kepada Katadata.co.id, Rabu (16/12). Dengan pelemahan dolar AS sepanjang November hingga Desember, kurs Garuda seharusnya sudah menguat dibawah Rp 14 ribu secara teknis. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat pengangguran yang meningkat dan peningkatan kasus Covid-19.

Ady menilai sentimen pasar global mempengaruhi pergerakan rupiah akhir-akhir ini. Pemberlakuan kembali pengetatan lockdown di berbagai negara dan puncak kebangkitan virus berada pada musim dingin di Amerika Utara, Eropa, dan sebagian Asia Utara.

Di sisi lain, laju inflasi tahunan Indonesia naik tipis menjadi 1,59% pada November 2020, tertinggi sejak Juni, dari 1,44% pada Oktober dan dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebesar 1,53%. Meski demikian, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 2,62 miliar pada November 2020, bergeser dari selisih US$ 1,35 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya dan sedikit di bawah konsensus pasar sebesar US$ 2,67 miliar.

“Ini adalah surplus neraca perdagangan ketujuh bulan berturut-turut karena ekspor melonjak sementara impor turun di tengah pandemi virus corona,” kata dia.

Sumber Berita : Katadata.co.id

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Pasar Uang