Connect with us


Properti

Pondasi Tahan Gempa dari Shock Breaker Motor Karya Mahasiswa UGM

Published

on

123

Finroll.com –  Tiga mahasiswa D3 Teknik Sipil Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) merancang pondasi rumah tahan gempa menggunakan shock breaker sepeda motor.

Setiap tiang diberi empat pegas yang ditanam di bawah. Jika ada gempa bumi, tiang-tiang penyangga rumah bisa tahan goncangan.
“Mengkombinasikan shock breaker motor dalam pondasi bangunan tahan gempa dengan harga yang sangat murah. Kami sebut Fondasi Spring Damper,” kata Yosi Kristiana, salah satu anggota tim, Jumat, 19 Juli 2019.

Shock breaker tersebut membuat pondasi bangunan dapat meminimalisir gempa. Biayanya pun murah. Misalnya untuk rumah tipe 48 meter persegi hanya butuh tambahan Rp 3 juta saja.
Selain Yosi, dua anggota tim lainnya adalah Siti Zuliana dan Miftahussurur Rosyadi.

Mahasiswa semester empat ini oleh dosen Devi Oktaviana Latif.

Yosi menambahkan, peletakan shock breaker di dalam pondasi terinspirasi saat tim ini menyaksikan gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat, tahun lalu.

Dari situ lah Yosi mencetuskan ide terkait pondasi yang mengandung pegas. Inspirasi tersebut kemudian memanfaatkanshock breaker sebagai medium gerak osilasi pegas, yang telah banyak dipelajari pada mata kuliah mekanika.

“Ide kami adalah meletakkan mesin sederhana berupa pegas di dalam pondasi. Untuk meredam goncangan,” kata dia.

Analoginya seperti ini, jika motor dengan shock breaker dapat menahan beban manusia dan beban dari motor sendiri. Bahkan kadang juga untuk mengangkut barang, maka pondasi bangunan juga akan dapat meredam goncangan jika diberi shock breaker.

Karena hanya mengkombinasikan pegas, Fondasi Spring Damper ini merupakan pondasi mesin sederhana. Sehingga mudah diproduksi, dan membutuhkan biaya minim.

Biaya Rp 3 juta sangat murah dibanding teknologi tahan gempa lain.

Pondasi ini dapat menopang beragam bangunan sederhana. Mulai dari bangunan berdinding triplek hingga bata permanen. Termasuk atap dengan rangka kayu maupun baja ringan.

“Pondasi ini cocok untuk ketahanan bencana di Indonesia, karena pembuatannya murah, caranya mudah, bahannya sederhana dan tidak susah. Pondasi tinggal ditanamkan pada kedalaman 50 sentimeter lalu bangunan didirikan seperti biasa,” ungkap Yosi.

Pada April yang lalu, Yosi dan kawan-kawan telah memperoleh dana hibah dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Ristekdikti. Mereka sedang berkolaborasi untuk menerapkan Spring Damper pada Hunian Transisi Menuju Permanen (Huntrap), yang diproduksi Fakultas Teknik UGM untuk korban gempa.

Pengujian struktur di laboratorium juga telah mereka lakukan dan telah menuai hasil positif. Data grafik dalam bentuk frekuensi dan perpindahan, menunjukkan adanya perbedaan signifikan ketika menggunakan Spring Damper dibanding pondasi pada umumnya.

“Materialnya sederhana. Tapi kekuatannya tidak sederhana dan siap menahan goncangan. Data hasil laboratorium menunjukkan penggunaan pondasi menghasilkan perpindahan (struktur) yang lebih kecil. Artinya lebih tahan goncangan, termasuk gempa,” ungkap Devi selaku dosen pembimbing.
Artikel Asli

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Properti

Rumor Gagal Bayar Utang, Kini Para Investor Gugat Jababeka

Published

on

By

Finroll.com — Setelah rumor soal Jababeka gagal bayar utang sudah begitu ramai di berbagai media. Kali ini datang dari para pemilik saham PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang mengajukan gugatan atas hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada tanggal 26 Juni 2019 lalu.

Seperti dikuti melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/7/2019) kemarin, beberapa pemegang atau investor KIJA melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka menilai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan terkait agenda pergantian pengurus melawan hukum melalui kuasa hukumnya Kantor Hukum Julius Rizaldi & Partners. Gugatan itu telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 19 Juli 2019.

Investor tersebut sepertinya berusaha keras untuk mencegah terjadinya risiko gagal bayar utang obligasi senilai US$ 300 juta yang diterbitkan oleh anak usahanya, Jababeka International B.V (JBV).

Gugatan yang diajukan adalah hasil RUPST untuk pergantian direksi perseroan.

Adapun tujuh pemegang saham yang mengajukan gugatan, adalah :
1. Lanny Arifin dengan 28.68 juta unit saham (0.14%).
2. Handi Kurniawan dengan 71.24 juta unit (0.34%).
3. Yanti Kurniawan 70.92 juta unit (0.34%).
4. Wiwin Kurniawan 57.54 juta unit (0.28%). 5. Christine Dewi 256.20 juta unit (1.23%).
6. Richard Budi Gunawan 216.69 juta unit (1.04%).
7. PT Multidana Venturindo Kapitanusa sebanyak 322.52 (1.55%).

Sehingga total dari tujuh pemegang saham tersebut sejumlah 1023.78 juta unit atau 4.92%.

Melalui kuasa hukum Julius Rizaldi & Partners, ketujuh pemegang saham di atas mengajukan gugatan hukum ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor registrasi 413/PDT.G/2019/PN/Jkt.Pst untuk menolak perubahan susunan anggota direksi dan dewan komisaris.

“Dengan didaftarkannya gugatan tersebut, maka keputusan agenda kelima RUPST KIJA tersebut belum berlaku efektif sampai dengan adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” tulis surat gugatan.

Kemudian, kuasa hukum juga memastikan bahwa pihak yang menolak fakta bahwa keputusan RUPST kelima belum sah, maka akan diambil segala tindakan hukum yang sesuai.

“Dalam hal terdapat pihak yang tidak mengindahkan fakta hukum tersebut, maka kami akan mengambil segala tindakan hukum, termasuk namun tidak terbatas pada gugatan perdata maupun laporan polisi.(red)
Artikel Asli

Continue Reading

Properti

Sesuai Perencanaan, Juli 2019 Pihak Pengembang Ruko SouthCity Square Serah terima Kunci ke Pembeli

Published

on

By

IMG-20190723-WA0056

Finroll.com — Pihak pengembang kawasan superblock SouthCity Selasa (23/7) kemarin melakukan prosesi serah terima kunci Ruko SouthCity Square yang merupakan salah satu project pengembangan SouthCity Superblock, Pondok Cabe-Tangerang Selatan.

Sejak diumumkan pada 2017 lalu, proses pengerjaan SouthCity Square ini berjalan sesuai waktu perencanaan, dan hal tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen PT Setiawan Dwi Tunggal selaku pihak pengembang kawasan Superblock SouthCity Pondok Cabe kepada pihak investor.

“Kami bersyukur pelaksanaan serah terima unit SouthCity sesuai dengan target dan tepat waktu. Ini menunjukkan komitmen kuat kami untuk para investor dan end user yang sudah mempercayakan investasinya kepada kami,” ujar Peony Tang (Direktur SouthCity) Selasa (23/7) kemarin.

Bangunan ini memiliki tipe dengan lebar muka berbeda. Mulai dari 5,5m, 8,2m, serta 9,7m sampai 11,85m. Kesemuanya memiliki panjang yang sama 17,5m. “Harga berkisar Rp 4 miliaran hingga Rp 11 miliaran per unit,” sambung Peony.

Peony juga menjelaskan SouthCity Square adalah merupakan area ritel dan komersial bagian dari kawasan superblock SouthCity yang menempati area total seluas 55 hektare (ha) yang menggabungkan standar hidup modern dan elemen dinamika kehidupan perkotaan dengan memenuhi kebutuhan komunitas kosmopolitan akan suatu tempat mewah untuk Eat, Meet and Play.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Associate Director SouthCity, Stevie Faverius Jaya menambahkan bahwa pembangunan kawasan retail SouthCity Square ini dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, terdiri atas 18 unit, sedangkan tahap kedua sebanyak 26 unit.

Bangunan tiga lantai plus satu rubanah ini memiliki tipe dengan lebar muka yang berbeda, mulai dari 5,5m, 8,2m, 9,7m sampai 11,85m. Kesemuanya memiliki panjang yang sama 17,5m yang mana masing-masing ruko dijual mulai harga 4 sampai 11 miliar rupiah.

Dirinya (Stevie) mengutarakan bahwasannya faktor lokasi dan kemudahan akses menjadi keunggulan SouthCity Square. Kedua faktor ini sangat diperhitungkan oleh pembeli maupun penyewa unit.

“Kami sangat menyadari hal tersebut, maka kami membuktikan komitmen dengan terlebih dulu membangun infrastruktur, yaitu jalan umum di dalam kawasan dan juga jembatan SouthCity yang membuka akses langsung dari daerah Pondok Cabe ke Cinere,” tutup Stevie.(red)
Artikel Asli

Continue Reading

Properti

Sebanyak 1.790 Orang Telah Lolos Seleksi Beli Rusunami DP Rp 0

Published

on

By

rusunami

Finroll.com — Sebanyak 1.790 orang telah lolos seleksi administrasi untuk dapat membeli Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) Klapa Village di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, dengan down payment (DP) atau uang muka Rp 0. Total warga yang mendaftar mencapai 2.359 orang.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Kelik Indriyanto mengatakan, setelah melalui proses seleksi dan verifikasi dokumen oleh Pemprov DKI Jakarta, terdapat 1.790 orang yang memenuhi kriteria,” ujar Kelik di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (24/7).

Sementara Kepala UPT Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera Dzikran Kurniawan menjelaskan, sebanyak 1.790 orang yang lolos seleksi dibagi menjadi dua kategori, yakni prioritas pertama dan kedua. Warga yang masuk prioritas pertama yakni warga yang sudah menikah atau berkeluarga dan belum memiliki rumah.

“Prioritas pertama 899 pendaftar dan prioritas kedua 891 pendaftar,” ujar Dzikran.

Para pendaftar yang lolos seleksi administrasi berhak mengajukan kredit kepemilikan Rusunami Klapa Village ke Bank DKI. Mereka akan diminta untuk melengkapi berkas permohonan pengajuan kredit dan memilih unit hunian mulai 27 Juli sampai 4 Agustus 2019.

“Proses kredit biasanya memakan waktu kurang/lebih sekitar dua minggu, sehingga estimasi mereka (Bank DKI) pada pertengahan atau akhir Agustus 2019, nama-nama yang pengajuan kreditnya disetujui oleh Bank DKI dapat diumumkan, dan akan dapat diadakan akad kredit,” ucap Dzikran.

Sejak Januari 2018, Rusunami Klapa Village telah dibangun oleh Pemprov DKI Jakarta lewat badan usahanya, Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Jumlah unit yang tersedia yakni 780 unit. Unit hunian dibagi ke dalam tiga tipe, yakni tipe studio 21, satu kamar tipe 24, dan dua kamar tipe 36.

Sementara harga Rusunami sendiri tiap unitnya bervariasi, mulai dari harga Rp 184 juta untuk yang tipe paling kecil hingga Rp 310 juta untuk dua kamar tidur tipe 36.

Sekedar informasi. Pemerintah Provinsi DKI telah resmi meluncurkan hunian DP Nol Rupiah Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Pendaftaran untuk mendapatkan hunian tersebut telah berlaku pada 1 November 2018. Sementara untuk mekanisme pendaftaran, masyarakat untuk mengakses di website dp0rupiah.jakarta.go.id. Sementara dokumen utama pendaftaran meliputi KTP DKI Jakarta, Kartu keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan surat nikah.

Peluncuran hunian DP Nol Rupiah tersebut juga sekaligus dikeluarkannya Pergub No 104 tahun 2018 tentang perolehan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Peraturan tersebut mengatur fasilitas pembiayaan uang muka dan pembiayaan rusunami (rumah susun hak milik).(red)

 
Artikel Asli

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.