Perang Dagang AS-China Makin Panas, Bursa Saham Asia Melemah
Ekonomi Global

Perang Dagang AS-China Makin Panas, Bursa Saham Asia Melemah

Jakarta,  – Perang Dagang AS-China menekan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia dibuka di zona merah: indeks Nikkei melemah 0,23%, indeks Shanghai melemah 0,53%, dan indeks Hang Seng melemah 0,35%. Sementara itu, indeks Kospi dibuka naik tipis 0,07% dan bursa saham Singapura diliburkan seiring dengan peringatan National Day.

Semakin panasnya perang dagang AS-China membuat investor memasang mode defensif dengan meninggalkan bursa saham.

Kemarin (8/8/2018), China mengumumkan bea masuk sebesar 25% bagi importasi produk-produk AS senilai US$ 16 miliar. Beberapa produk yang akan terkena bea masuk tersebut adalah bahan bakar minyak (BBM), produk baja, kendaraan bermotor, dan peralatan kesehatan. Total ada 333 produk asal AS yang menjadi korban.

Kementerian Perdagangan China menyebutkan bahwa bea masuk ini akan mulai berlaku pada 23 Agustus mendatang, hari yang sama dengan pengenaan bea masuk 25% terhadap US$ 16 miliar produk impor asal China oleh AS. Jadi, kebijakan China tersebut merupakan balasan atas serangan dari Negeri Paman Sam.

Akibat Perang Dagang AS-China pada pagi hari ini, data inflasi China periode Juli diumumkan di level 2,1% YoY, lebih tinggi dibandingkan konsensus yang dihimpun oleh Reuters sebesar 1,9% YoY. Perang dagang dengan AS akan membuat tekanan inflasi semakin besar dan mengancam tingkat konsumsi masyarakat China.

Jika ini yang terjadi, laju perekonomian global menjadi taruhannya.

Sumber Berita : CNBCindonesia.com

 

Leave a Comment