Pemerintah Mulai Batasi Pemakaian Impor Baja Mulai 20 Januar...
Makro Ekonomi

Pemerintah Mulai Batasi Pemakaian Impor Baja Mulai 20 Januari

Finroll.com – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, akan membatasi pemakaian impor baja mulai tanggal 20 januari esok. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi industri baja nasional yang telah mengeluh soal gempuran baja impor.

Lebih lanjut, Kementerian Perdagangan akan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 22 menjadi Permendag 110. Nantinya, baja impor akan dikendalikan dengan pengawasan post border.

Post border  sudah selesai Permendag 110 dan akan berlaku mulai 20 Januari,” ungkap Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, Senin (7/1).

Adanya aturan baru ini diharapkan pemerintah bisa mengendalikan impor baja. Salah satu contohnya pada 2017, dari total kebutuhan baja nasional sebesar 13,6 juta ton, 52% diantaranya berasal dari impor.

Hal serupa juga terjadi di 2018, dimana kebutuhan konsumsi baja nasional sebesar 14,2 juta ton, dieperkirakan baja impor yang di gunakan bertambah jadi 55%.

Meski demikian, Oke Nurwan tidak menyebut target pasti berapa banyak pemakaian impor baja yang dikurangi.

“Ya kita lihat itu kan tergantung, kita nggak ada target untuk itu. Kita cuma coba mengendalikan impor,” paparnya.

Baca Lainnya: Gerah Impor Gas Elpiji, Jonan Minta Pertamina Kebut Gasifikasi Batu Bara

Sebelumnya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengeluh soal serbuan baja impor ke Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dirut Krakatau Steel Silmy Karim bahkan menyebut perusahaannya mengalami kerugian tiap tahunnya.

Ia merinci, Krakatau Steel telah enam tahun mengalami kerugian. Misalnya pada kuartal III-2018, pihaknya mengalami kerugian US$37 juta.

Silmy menyebut, baja impor yang masuk pasar Indonesia lebih dulu mengakali nomor Harmonized System (HS), asalnya carbon steelmen menjadi jenis alloy steel.

“Industri baja dalam tiga tahun terakhir ini terpukul. Itu karena Permendag 22 itu bebas cukai,” ujar Silmy dalam acara Paparan Publik Krakatau Steel di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (4/1) lalu.

Sumber: Detik Finance

Leave a Comment