Connect with us


Investasi

Pasar saham bisa rebound, simak racikan portofolio investasi di semester II

Published

on

Pasar saham bisa rebound, simak racikan portofolio investasi di semester II

FINANCEROLL – JAKARTA. Kinerja pasar saham diperkirakan bisa rebound di semester II 2019 karena penurunan suku bunga juga berdampak positif bagi pasar saham. 

Sekedar informasi kinerja pasar saham sepanjang semester awal tahun ini kalah dengan kinerja pasar obligasi dan emas. Sepanjang semester I 2019, pasar obligasi memimpin kinerja tertinggi dibanding instrumen investasi lainnya. 
Baca Juga Pasar obligasi pimpin kinerja tertinggi di semester I 2019 Ini arah IHSG di semester II-2019 menurut analis

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) indeks yang menunjukkan kinerja pasar obligasi tercatat naik 7,9% ke level 260,27 di sepanjang semester I 2019. Mengikuti, kinerja reksadana pendapatan tetap yang memiliki aset obligasi juga menunjukkan kinerja tertinggi diantara jenis reksadana lain. Sejak awal tahun hingga per 27 Juni 2019, kinerja indeks reksadana pendapatan tetap naik 5,23%. 

Kinerja instrumen investasi yang cukup tinggi di semester I 2019 juga dicatatkan oleh harga emas yang naik 5,7%. 

Sementara, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang semester I 2019 baru naik 2,65%. Sedangkan, kinerja valas pasangan USD/IDR di periode yang sama juga hanya naik di sekitar 2%. 

Namun, Direktur Panin Asset Management  Rudiyanto optimistis, kinerja pasar saham bisa rebound di semester II 2019. “Kalau tren penurunan suku bunga terus terjadi pasar saham juga bisa menyusul kinerja, proyeksi kami IHSG mencapai 7.200-7.400 di akhir tahun,” kata Rudiyanto, Jumat (28/6). 

Di semester I 2019, pasar saham hanya tumbuh tipis, karena tertekan neraca perdagangan di periode April yang tercatat defisit US$ 2,5 miliar atau menjadi defisit terbesar sepanjang sejarah. 

Bagi investor konservatif yang akan cenderung memilih aset obligasi melalui reksadana pendapatan tetap, Rudiyanto memperkirakan, instrumen tersebut masih bisa catatkan pertumbuhan 8%-12% di tahun ini. 

Sementara, bagi investor agresif yang cenderung memilih saham, Rudiyanto mengingatkan, potensi pertumbuhan IHSG masih ada, namun volatilitas tinggi masih akan terjadi. “Risiko pasar saham bisa datang dari currenct account deficit yang melebar di kuartal II atau defisit capai 3,2% ke atas dan berita perang dagang dari Trump masih akan ada hingga 2020,” kata Rudiyanto.

Sedangkan Eko Endarto, Financial Planner merekomendasikan racikan portofolio bagi investor konservatif di semester II 2019, bisa memasukkan 20% di instrumen pasar uang, 40% pada reksadana pendapatan tetap atau aset obligasi lainnya, dan sisanya masukkan instrumen berjangka panjang seperti saham. 

Sementara, bagi investor agresif, Eko menyanrankan memasukkan 70% pada aset saham atau properti, 20% pada emas atau reksadana pendapatan tetap dan 10% pada instrumen pasar uang. 

Di semester II 2019, Eko optimistis kinerja instrumen pasar saham dan obligasi akan tumbuh lebih baik lagi karena ketidakpastian kondisi politik dalam negeri telah usai setelah adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemilihan presiden. 

Pertumbuhan ekonomi dalam negeri juga bisa tumbuh seiring tren penurunan suku bunga dan giro wajib minumum (GWM) yang BI turunkan. 

“Bagi investor jangka panjang bisa pilih aset saham atau nambah investasi di sektor properti,” kata Eko.
Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Komarul Hidayat Reporter: Danielisa Putriadita
Editor: Komarul Hidayat Video Pilihan
Artikel Asli

Investasi

Harga emas kembali turun 0,02% di level US$ 1.430,66 per ons troi (Pukul 14.35 WIB)

Published

on

Harga emas kembali turun 0,02% di level US$ 1.430,66 per ons troi (Pukul 14.35 WIB)

FINANCEROLL -JAKARTA. Harga emas kembali turun tipis. Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (31/7) pukul 14.35 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.430,66 per ons troi.

Harga emas ini 0,02% jika dibandingkan dengan hari sebelumnya US$ 1.430,88 per ons troi. Sedangkan, harga emas berjangka pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange malah naik 0,08% ke level US$ 1.443,00 per ons troi dibandingkan dengan kemarin US$ 1.441,80 per ons troi.

Baca Juga: Harga emas akhirnya naik 0,02% di level US$ 1.431,11 per ons troi (Pukul 13.14 WIB)

Bloombergmelaporkan, harga emas masih akan mengalami reli dan bisa jadi menuju kenaikan di level tertinggi karena bank sentral menandatangani kebijakan moneter.

Reserve Federaldiperkirakan akan memangkas suku bunga AS sebesar seperempat persentase poin pada hari Rabu.

Analis dan pedagang emas sedang mencari penegasan dari Ketua The Fed, Jerome Powell bahwa pengurangan suku bunga bisa menaikkan harga emas, meskipun memang harga logam mulia mungkin telah maju dengan sendirinya.

Baca Juga: Harga emas akhirnya naik 0,02% di level US$ 1.431,11 per ons troi (Pukul 13.14 WIB)

“Pasar dapat dengan mudah menarik kembali setelah pemotongan tanpa reli emas secara keseluruhan diubah, dan itu sangat mungkin, kata James Steel, Kepala Analis Logam mulia di HSBC Securities (USA) Inc kepadaBloomberg, Rabu (31/7).

Masalah perdagangan antara AS-China masih akan memengaruhi volatilitas pasar keuangan, yang kemungkinan akan membantu emas pada pembelian safe-haven.
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Investasi

Rupiah masih menguat 0,08% di level Rp 14.017 per dolar AS (Pukul 14.05 WIB)

Published

on

FINANCEROLL -JAKARTA. Rupiah masih terus menguat terhadap dolar AS. Dari dataBloomberg Rabu (31/7) Pukul 14.05 WIB rupiah berada pada level Rp 14.017 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,08% dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Sedangkan di JISDOR rupiah di level Rp 14.026 per dolar AS atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.034 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah menguat 0,11% di level Rp 14.012 per dolar AS (Pukul 13.08)

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, rupiah menguat karena semakin dekat dengan hari dimana The Fed akan mengumumkan tingkat suku bunganya dan juga masih ada pengaruh terkait data PMA yang dirllis.

Selain itu, David juga mengatakan bahwa rupiah dipengaruhi oleh data indeks kepercayaan konsumen dari AS.

Reporter: Adrianus Octaviano, Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Adrianus Octaviano, Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Investasi

Rupiah menguat 0,11% di level Rp 14.012 per dolar AS (Pukul 13.08)

Published

on

FINANCEROLL -JAKARTA. Rupiah siang ini menguat terhadap dolar AS. Dari data Bloomberg Rabu (31/7) Pukul 13.08 WIB rupiah berada pada level Rp 14.012 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,11% dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Sedangkan di JISDOR rupiah di level Rp 14.026 per dolar AS atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.034 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah terus menguat 0,12% di level Rp 14.011 per dolar AS

Rupiah menjadi salah satu dari tiga mata uang lainnya di Asia yakni yuan China yang menguat 0,12% dan pesso Filipina yang menguat 0,12%.

Sedangkan mayoritas mata uang regional melemah terhadap dolar AS pagi ini. Mata uang regional dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS pagi ini adlaah rupee India yang melemah 0,18%, dolar Singapura melemah 0,05%, dolar Taiwan melemah 0,04%, yen Jepang melemah 0,03%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama lainnya pagi ini ada di 98,07, menguat tipis dari sehari sebelumnya yang ada di 98,05.
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.