MNC Investama (BHIT) kantongi restu rights issue dari pemega...
Investasi

MNC Investama (BHIT) kantongi restu rights issue dari pemegang saham

FINANCEROLL – JAKARTA.Rencana rights issue PT MNC Investama Tbk (BHIT) makin terang. Emiten ini telah mengantongi restu pemegang saham untuk menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issuepada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (26/4).

Direktur Utama BHIT Darma Putra menyatakan, agenda RUPSLB kali ini terbagi atas tiga bagian besar. “Namun sebenarnya hanya membahas terkait rights issuesaja,” kata Darma, hari ini.
Baca Juga Analis: Harga saham emiten infrastruktur melesat berkat fundamental yang kuat MNC Investama (BHIT) akan rights issue dengan tingkat dilusi 25%, simak jadwalnya Analis: Emiten big caps anjlok, sektor aneka industri terperosok Emiten Rame-rame Merilis Saham Baru

BHIT berniat melepas 17,57 miliar saham, dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Para pemegang saham juga menyetujui pemberian wewenang dan kuasa kepada direksi BHIT dengan persetujuan Dewan Komisaris untuk menentukan rasio pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas VI, harga pelaksanaan, penggunaan dana dan tindakan-tindakan lainnya yang perlu dilakukan sesuai dengan tanggapan dari otoritas dan regulator serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Darma mengatakan bahwa untuk rasio pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas VI ini, setiap tiga saham lama akan mendapatkan satu rights,yang bisa ditukar ke satu saham baru. “Kalau untuk harga belum ditentukan. Nanti baru akan diputuskan,” lanjutnya.

Agenda yang kedua, para pemegang saham menyetujui penyelesaian hak tagih yang dikompensasi menjadi setoran saham BHIT atas hak tagih Caravaggio Holdings Limited dan New Ascend Limited sebesar US$ 115 juta atau setara dengan Rp 1,58 triliun. “Dengan perincian,dari hak tagih Caravaggio Holdings Limited sebesar Rp 832,11 miliar dan hak tagih New Ascend Limited sebesar Rp 750,63 miliar yang dilakukan melalui Penawaran Umum Terbatas VI dengan mekanisme rights issue,” paparnya.

Yang ketiga, menyetujui untuk melakukan perubahan pasal 4 ayat 2 anggaran dasar Perseroan sebagai tindak lanjut dari adanya peningkatan Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh BHIT menjadi sebesar Rp 7,03 triliun. Total jumlah saham mencapai 70,29 miliar saham, masing-masing dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Mengenai hal ini, Darma Putra bilang, hal tersebut memberikan efek yang baik kinerja keuangan BHIT. “Membantu banyak dari sisi arus kas, karena utangnya diubah jadi saham. Beban utang jadi berkurang dan berubah menjadi modal. Modalnya jadi besar sehingga perusahaan pasti lebih solid,” paparnya.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (24/4) tentang informasi HMETD, BHIT akan menggunakan seluruh dana rights issuesetelah dikurangi biaya-biaya, untuk penyelesaian hak tagih kepada Caravaggio dan New Ascend. Hal tagih tersebut dapat dikompensasi menjadi setoran saham sesuai dengan ketentuan Pasal 10 POJK Nomor 32.

Pada keterbukaan informasi tanggal 20 Maret 2019, BHIT menyebutkan bahwa Caravaggio dan New Ascend akan menjadi pembeli siaga rights issue.Tapi dalam keterbukaan informasi terbaru 24 April, BHIT tidak menyebutkan pihak yang bertindak sebagai stand by buyer.

Darma mengatakan, pihaknya tidak akan banyak melakukan ekspansi tahun ini sehingga tak mengalokasikan belanja modal. “Soalnya capexhanya di anak usaha kami. Tahun ini, kami hanya akan fokus kuatkan unit-unit yang ada. Misalnya di digital media yang sedang berkembang pesat, maka kami harus lebih cepat dari itu. Tahun lalu kami juga sudah membangun inovation centeryang akan membawahi semua perkembangan IT dan digital baik di asuransi maupun di media lainnya di grup,” ujarnya.

Induk usaha Grup MNC milik Hary Tanoesoedibjo ini mencatatkan kenaikan laba 8,39% menjadi Rp 14,72 triliun dari sebelumnya Rp 13,58 triliun. Laba bersih BHIT turun 41,90% menjadi Rp 86,35 miliar dari sebelumnya Rp 148,62 miliar.

Soal target kinerja, di tahun ini, BHIT mematok pertumbuhan kinerja sekitar 10%-20% dibanding akhir 2018. “Rilis kinerja di kuartal I ini juga cukup positif. Anak-anak usaha kami seperti MNCN dan MSIN mencatatkan kinerja yang bagus di kuartal I ini,” pungkas Darma.

 
Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Wahyu Rahmawati Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi
Editor: Wahyu Rahmawati Video Pilihan
Artikel Asli

Leave a Comment

Ryquell Armstead Womens Jersey