Connect with us


Investasi

Mau belanja saham? Ini indikator fundamental perusahaan yang perlu dicek

Published

on

Mau belanja saham? Ini indikator fundamental perusahaan yang perlu dicek

FINANCEROLL – JAKARTA. Ketika investasi saham ditujukan untuk jangka panjang, penting untuk menilik unsur fundamental suatu perusahaan. Secara mudahnya, apa saja yang perlu dilihat dari suatu perusahaan sebelum berinvestasi?

Bagi Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan, ada dua indikator utama melihat fundamental saham. Pertama, sisi profitabilitas atau kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan. Kedua, struktur keuangan perusahaan tersebut.
Baca Juga Tumbuh pesat, prospek supermarket reksadana masih kinclong Aksi akuisisi masih meramaikan industri multifinance Emiten batubara masih menghadapi tekanan Tak digubris OJK, Forsa kirim surat terbuka ke Jokowi minta penuntasan kasus AISA

Terkait profitabilitas, Alfred lebih memberatkan melihat konsistensi perusahaan mencetak pertumbuhan laba, ketimbang hanya melihat nominal. “Lebih nyaman melihat saham dengan pertumbuhan yang smooth, meskipun tidak terlalu tinggi, tetapi konsisten,” katanya.

Profitabilitas ini bisa dilihat di beberapa pos laporan keuangan. Misalnya, margin keuntungan bersih (NPM) dan rasio return on equity (ROE). Semakin tinggi rasio NPM dan ROE, ini memperlihatkan semakin besar kemampuan perusahaan mengolah pendapatan dan asetnya untuk menghasilkan keuntungan.

Alhasil, emiten dengan pertumbuhan NPM yang baik dan ROE lebih tinggi, memiliki daya tarik lebih besar. “Margin laba perusahaan bisa didorong dua hal, pendapatannya naik atau cost-nya turun karena efisiensi,” katanya.

Indikator kedua fundamental suatu perusahaan bisa dilihat dari struktur keuangannya. Tingkat leverage menjadi perhatian Alfred, yaitu tingkat utang berbanding modal perusahaan tersebut. Pada perusahaan dengan fundamental bagus, komposisi utang dan ekuitasnya proporsional.

Perusahaan dengan keuangan sehat atau mature, biasanya menyisihkan laba bersih untuk mengurangi beban utang. Atau, perusahaan bakal menambah modal agar ke depan tidak perlu menambah utang.

“Struktur-struktur keuangan ini yang menjadi dasar yang bagus untuk investor untuk melihat saham apa yang dipilih,” kata Alfred. Menurut dia, investor bisa menilik tren konsistensi perusahaan dari tiga hingga lima tahun laporan keuangan perusahaan.

Investor juga bisa lebih dalam menilik calon saham pilihan dengan melihat indikator kelayakan investasi. Misalnya dari indikator yang menunjukkan nilai wajar suatu saham, seperti price to book value (PBV) dan price to earnings ratio (PER).

PBV memperlihatkan seberapa besar pasar menilai harga suatu saham terhadap modal atau kekayaannya. Sedangkan PER memperlihatkan tingkat keuntungan perusahaan terhadap sahamnya saat ini. Biasanya, semakin tinggi PBV dan PER, memperlihatkan saham tersebut sudah mahal.

Tetapi, Alfred mengingatkan, indikator-indikator tersebut mengandung unsur nilai pemberian pasar. Maka, diperlukan melihat fundamental perusahaan bersama dengan indikator ini.

PBV tinggi bisa berarti suatu saham sudah mahal, bisa juga pasar memberikan harga premium lantaran kinerja yang baik. Sedangkan PBV murah, bisa jadi memang saham itu murah, atau malah murahan.

Begitu juga ketika PER tinggi. Jika pertumbuhan earning per share (EPS) perusahaan tersebut tinggi, ada kemungkinan PER perusahaan akan turun. “PBV dan PER tinggi bukan alasan untuk tidak membeli suatu saham, harus melihat lagi fundamental perusahaannya,” katanya.

Investor juga bisa melihat aksi korporasi dan tingkat kepatuhan perusahaan (good corporate governance)sebagai penunjang menilai fundamental perusahaan. Adanya aksi korporasi menunjukkan upaya perusahaan mendorong pertumbuhan lebih besar.
Reporter: Sanny Cicilia
Editor: Yoyok Reporter: Sanny Cicilia
Editor: Yoyok Video Pilihan
Artikel Asli

Investasi

Harga emas kembali turun 0,02% di level US$ 1.430,66 per ons troi (Pukul 14.35 WIB)

Published

on

Harga emas kembali turun 0,02% di level US$ 1.430,66 per ons troi (Pukul 14.35 WIB)

FINANCEROLL -JAKARTA. Harga emas kembali turun tipis. Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (31/7) pukul 14.35 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.430,66 per ons troi.

Harga emas ini 0,02% jika dibandingkan dengan hari sebelumnya US$ 1.430,88 per ons troi. Sedangkan, harga emas berjangka pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange malah naik 0,08% ke level US$ 1.443,00 per ons troi dibandingkan dengan kemarin US$ 1.441,80 per ons troi.

Baca Juga: Harga emas akhirnya naik 0,02% di level US$ 1.431,11 per ons troi (Pukul 13.14 WIB)

Bloombergmelaporkan, harga emas masih akan mengalami reli dan bisa jadi menuju kenaikan di level tertinggi karena bank sentral menandatangani kebijakan moneter.

Reserve Federaldiperkirakan akan memangkas suku bunga AS sebesar seperempat persentase poin pada hari Rabu.

Analis dan pedagang emas sedang mencari penegasan dari Ketua The Fed, Jerome Powell bahwa pengurangan suku bunga bisa menaikkan harga emas, meskipun memang harga logam mulia mungkin telah maju dengan sendirinya.

Baca Juga: Harga emas akhirnya naik 0,02% di level US$ 1.431,11 per ons troi (Pukul 13.14 WIB)

“Pasar dapat dengan mudah menarik kembali setelah pemotongan tanpa reli emas secara keseluruhan diubah, dan itu sangat mungkin, kata James Steel, Kepala Analis Logam mulia di HSBC Securities (USA) Inc kepadaBloomberg, Rabu (31/7).

Masalah perdagangan antara AS-China masih akan memengaruhi volatilitas pasar keuangan, yang kemungkinan akan membantu emas pada pembelian safe-haven.
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Investasi

Rupiah masih menguat 0,08% di level Rp 14.017 per dolar AS (Pukul 14.05 WIB)

Published

on

FINANCEROLL -JAKARTA. Rupiah masih terus menguat terhadap dolar AS. Dari dataBloomberg Rabu (31/7) Pukul 14.05 WIB rupiah berada pada level Rp 14.017 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,08% dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Sedangkan di JISDOR rupiah di level Rp 14.026 per dolar AS atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.034 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah menguat 0,11% di level Rp 14.012 per dolar AS (Pukul 13.08)

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, rupiah menguat karena semakin dekat dengan hari dimana The Fed akan mengumumkan tingkat suku bunganya dan juga masih ada pengaruh terkait data PMA yang dirllis.

Selain itu, David juga mengatakan bahwa rupiah dipengaruhi oleh data indeks kepercayaan konsumen dari AS.

Reporter: Adrianus Octaviano, Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Adrianus Octaviano, Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Investasi

Rupiah menguat 0,11% di level Rp 14.012 per dolar AS (Pukul 13.08)

Published

on

FINANCEROLL -JAKARTA. Rupiah siang ini menguat terhadap dolar AS. Dari data Bloomberg Rabu (31/7) Pukul 13.08 WIB rupiah berada pada level Rp 14.012 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,11% dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Sedangkan di JISDOR rupiah di level Rp 14.026 per dolar AS atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.034 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah terus menguat 0,12% di level Rp 14.011 per dolar AS

Rupiah menjadi salah satu dari tiga mata uang lainnya di Asia yakni yuan China yang menguat 0,12% dan pesso Filipina yang menguat 0,12%.

Sedangkan mayoritas mata uang regional melemah terhadap dolar AS pagi ini. Mata uang regional dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS pagi ini adlaah rupee India yang melemah 0,18%, dolar Singapura melemah 0,05%, dolar Taiwan melemah 0,04%, yen Jepang melemah 0,03%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama lainnya pagi ini ada di 98,07, menguat tipis dari sehari sebelumnya yang ada di 98,05.
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.