Connect with us


Investasi

Manis dan pahit triwulan pertama 2019 bagi emiten grup Lippo

Published

on

Manis dan pahit triwulan pertama 2019 bagi emiten grup Lippo

FINANCEROLL -JAKARTA.Kuartal I tahun 2019 telah berlalu. Beberapa emiten sudah merilis hasil kinerja perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. Laiknya usaha pada umumnya, untung dan rugi perusahaan sudah menjadi bagian dari perniagaan.

Seperti misalnya dapat kita tilik dalam kinerja perusahaan yang tergabung dalam Group Lippo, sebuah gugusan perusahaan yang awalnya didirikan oleh keluarga Riady. Bila kita lihat, paling tidak ada 12 perseroan grup itu yang melantai di bursa. Selama triwulan kuartal I, kinerja perusahaan itu pun bermacam-macam.
Baca Juga Tiga Emiten Grup Lippo Tebar Dividen, Dua Emiten Menggelar Rights Issue Analis: Tak semua dividen emiten Lippo Group menarik Ini rekomendasi soal rights issue Lippo Cikarang (LPCK) dan Lippo Karawaci (LPKR) Meski Likuiditas Menguat, Laba Bersih Lippo Karawaci Per Kuartal I-2019 Turun 62%

Pendapatan terbesar dari grup tersebut dipimpin oleh salah satu unit properti yaitu PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK). Selama kuartal I tahun 2019 LPCK, berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 151,1 miliar. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 87% bila dibandingkan kuartal I tahun 2018.

Setelah LPCK, perusahaan grup Lippo yang mengalami pertumbuhan pendapatan signifikan adalah PT Siloam International Hospitals (SILO). Perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa kesehatan itu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 18,75% dibanding kuartal I tahun lalu atau sebesar Rp 1,71 triliun selama kuartal I tahun ini.

Setelah SILO, PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk menjadi penyumbang pertumbuhan pendapatan yang cukup besar selanjutnya. Tercatat, pertumbuhan pendapatan perusahaan sektor jasa pariwisata itu mencapai 15,52% bila dibandingkan kuartal I tahun lalu. Triwulan ini, pendapatan perusahaan tersebut mencapai Rp 45,5 miliar.

Selain itu unit properti grup Lippo yang lain tercatat juga mengalami pertumbuhan pendapatan. Pada kuartal I tahun ini PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatatkan pendapatan sebesar Rp 2,8 triliun atau tumbuh sebesar 12% dibandingkan kuartal I tahun lalu.

Pertumbuhan pendapatan itu juga diikuti oleh pertumbuhan laba yang cukup menarik. Ambil contoh LPCK. Pada kuartal I tahun ini perusahaan yang dikenal sebagai pengembang mega proyek Meikarta itu meraih pertumbuhan laba sebesar 28,7% bila dibanding kuartal I tahun lalu dan menempatkan laba perusahaan sebesar Rp 399 miliar.

Atau coba tengok laba yang diperoleh GMTD. Perusahaan itu meraih pertumbuhan laba hingga 55%. Pada kuartal I tahun lalu, laba perusahan itu tercatat sebesar Rp 5,14 miliar. Sedangkan pada kuartal I tahun ini, laba perusahaan tercatat sebesar Rp 7,97 miliar.

Unit usaha rumah sakit Lippo Group, SILO juga mengalami pertumbuhan keuntungan yang lumayan. Pada kuartal I tahun lalu, laba yang diperoleh perusahaan hanya sebesar Rp 493 juta rupiah saja. Sedangkan dalam rentang yang sama di tahun ini, laba perusahaan melesat di angka Rp 3,32 miliar.

Meski begitu tak semua pertumbuhan pendapatan tersebut membuat perusahaan meraih laba. Misalnya, LPKR yang di awal disebutkan mengalami pertumbuhan pendapatan 12%. Pada kuartal I tahun ini, laba perusahaan pengembang itu malah turun drastis sebesar 62,12% di angka Rp 50 miliar. Malah, pada kuartal I tahun lalu, perusahaan meraih laba sebesar Rp 132 miliar.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Tak seperti yang sudah dijabarkan di awal, unit department store milik Lippo malah mengalami penurunan pendapatan. Tercatat selama kuartal I tahun 2019, pendapatan PT Matahari Department Store (LPPF) mengalami penurunan tipis sebesar 1,73% dari Rp 1,96 miliar pada kuartal I tahun lalu menjadi Rp 1,92 miliar pada tahun ini.

Tak hanya untung, beberapa perusahaan grup Lippo juga mengalami buntung. Entah dari merosotnya pendapatan atau yang terparah malah dengan menuai kerugian. Ada beberapa perusahaan Lippo Group yang mengalami kemerosotan pendapatan. PT First Media Tbk (KBLV) mengalami penurunan pendapatan yang paling yakni dalam hingga 77%.

Pada triwulan pertama tahun ini, perusahaan hanya mampu meraup pendapatan sebesar Rp 50 miliar saja. Padahal pada kuartal I tahun lalu, pendapatan perusahaan mencapai Rp 220,5 miliar.

Penurunan itu disinyalir tak lepas dari penutupan lini bisnis perusahaan yaitu PT Internux, PT First Media dan PT Jasnita Telekomindo yang tersandung pemutusan frekuensi radio oleh Kemkominfo.

Setelah KBLV, unit ritel grup Lippo juga mengalami kinerja kurang manis pada triwulan pertama tahun ini. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengikuti KBLV dengan presentase kehilangan pendapatan mencapai 31,6%, kedua terbesar di antara grup Lippo lainnya. Pendapatan MPPA pada tahun lalu mencapai Rp 2,91 miliar. Sedangkan pada kuartal I tahun ini, pendapatan MPPA hanya berada di kisaran Rp 1,99 miliar.

Setelah MPPA, PT Multi Polar Tbk (MLPL) mengikuti dengan presentase pendapatan yang menurun sebesar 27,7%. Pendapatan MLPL pada kuartal I tahun ini sebesar 2,73 miliar. Sedangkan pada rentang yang sama di tahun lalu, pendapatan MLPL padahal mencapai Rp 3,77 miliar.

Selain penurunan pendapatan, bentuk kebuntungan perusahaan yang lain juga dapat ditilik dari penurunan laba yang dialami oleh perusahaan. LPPF misalnya mengalami penurunan laba hingga 42,2%. Penurunan ini cukup dalam bila dibandingkan kuartal I tahun lalu dimana laba perusahaan mencapai Rp 246,73 miliar. Sedangkan pada kuartal I tahun ini hanya mencapai Rp 142, 51 miliar.

Kalau dari kerugian, grup Lippo yang mengalami kerugian terbesar adalah MPPA. Nilai kerugian perusahaan mencapai Rp 112, 69 miliar pada triwulan pertama tahun ini. Meski bila dibanding kuartal I tahun lalu perusahaan masih sama-sama mengalami kerugian, namun kondisi itu masih lebih baik. Apa bila dibandingkan posisi kerugian kuartal I tahun laluRp 159,81 miliar.

Setelah MPPA, unit lain yang mengalami kerugian cukup banyak adalah MLPL. Tercatat kerugian perusahaan pada kuartal I tahun itu sebesar Rp 31,58 miliar. Kondisi tersebut bisa dibilang mengalami perkembangan mengingat pada tahun lalu kerugian perusahaan mencapai Rp 383,9 miliar.

Sedangkan MLPT meski mengalami kerugian sebesar Rp 31,58 miliar pada kuartal I tahun ini, namun masih berada dalam kondisi yang lebih baik. Hal tersebut mengingat kerugian pada tahun lalu mencapai Rp 383, 99 miliar.
Reporter: Aloysius Brama
Editor: Azis Husaini Reporter: Aloysius Brama
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Artikel Asli

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Investasi

Harga emas kembali turun 0,02% di level US$ 1.430,66 per ons troi (Pukul 14.35 WIB)

Published

on

Harga emas kembali turun 0,02% di level US$ 1.430,66 per ons troi (Pukul 14.35 WIB)

FINANCEROLL -JAKARTA. Harga emas kembali turun tipis. Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (31/7) pukul 14.35 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.430,66 per ons troi.

Harga emas ini 0,02% jika dibandingkan dengan hari sebelumnya US$ 1.430,88 per ons troi. Sedangkan, harga emas berjangka pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange malah naik 0,08% ke level US$ 1.443,00 per ons troi dibandingkan dengan kemarin US$ 1.441,80 per ons troi.

Baca Juga: Harga emas akhirnya naik 0,02% di level US$ 1.431,11 per ons troi (Pukul 13.14 WIB)

Bloombergmelaporkan, harga emas masih akan mengalami reli dan bisa jadi menuju kenaikan di level tertinggi karena bank sentral menandatangani kebijakan moneter.

Reserve Federaldiperkirakan akan memangkas suku bunga AS sebesar seperempat persentase poin pada hari Rabu.

Analis dan pedagang emas sedang mencari penegasan dari Ketua The Fed, Jerome Powell bahwa pengurangan suku bunga bisa menaikkan harga emas, meskipun memang harga logam mulia mungkin telah maju dengan sendirinya.

Baca Juga: Harga emas akhirnya naik 0,02% di level US$ 1.431,11 per ons troi (Pukul 13.14 WIB)

“Pasar dapat dengan mudah menarik kembali setelah pemotongan tanpa reli emas secara keseluruhan diubah, dan itu sangat mungkin, kata James Steel, Kepala Analis Logam mulia di HSBC Securities (USA) Inc kepadaBloomberg, Rabu (31/7).

Masalah perdagangan antara AS-China masih akan memengaruhi volatilitas pasar keuangan, yang kemungkinan akan membantu emas pada pembelian safe-haven.
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Investasi

Rupiah masih menguat 0,08% di level Rp 14.017 per dolar AS (Pukul 14.05 WIB)

Published

on

FINANCEROLL -JAKARTA. Rupiah masih terus menguat terhadap dolar AS. Dari dataBloomberg Rabu (31/7) Pukul 14.05 WIB rupiah berada pada level Rp 14.017 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,08% dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Sedangkan di JISDOR rupiah di level Rp 14.026 per dolar AS atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.034 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah menguat 0,11% di level Rp 14.012 per dolar AS (Pukul 13.08)

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, rupiah menguat karena semakin dekat dengan hari dimana The Fed akan mengumumkan tingkat suku bunganya dan juga masih ada pengaruh terkait data PMA yang dirllis.

Selain itu, David juga mengatakan bahwa rupiah dipengaruhi oleh data indeks kepercayaan konsumen dari AS.

Reporter: Adrianus Octaviano, Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Adrianus Octaviano, Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Investasi

Rupiah menguat 0,11% di level Rp 14.012 per dolar AS (Pukul 13.08)

Published

on

FINANCEROLL -JAKARTA. Rupiah siang ini menguat terhadap dolar AS. Dari data Bloomberg Rabu (31/7) Pukul 13.08 WIB rupiah berada pada level Rp 14.012 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,11% dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Sedangkan di JISDOR rupiah di level Rp 14.026 per dolar AS atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.034 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah terus menguat 0,12% di level Rp 14.011 per dolar AS

Rupiah menjadi salah satu dari tiga mata uang lainnya di Asia yakni yuan China yang menguat 0,12% dan pesso Filipina yang menguat 0,12%.

Sedangkan mayoritas mata uang regional melemah terhadap dolar AS pagi ini. Mata uang regional dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS pagi ini adlaah rupee India yang melemah 0,18%, dolar Singapura melemah 0,05%, dolar Taiwan melemah 0,04%, yen Jepang melemah 0,03%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama lainnya pagi ini ada di 98,07, menguat tipis dari sehari sebelumnya yang ada di 98,05.
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.