Likuiditas Bank BNI diyakini bakal mulai longgar di semester II 2019
Financial

Likuiditas Bank BNI diyakini bakal mulai longgar di semester II 2019

FINANCEROLL – JAKARTA.Setelah isu likuiditas sempat menghantui perbankan di awal tahun 2019. Kondisi likuiditas PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) diramal bakal kembali longgar di paruh kedua tahun ini.

Salah satunya antara lain dengan adanya penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) sebanyak 25 basis poin (bps) di bulan Juli 2019. Direktur Tresuri dan Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo menyebutkan sepanjang semester I 2019 lalu empat bank terbesar di tanah air termasuk BNI memang kesulitan memupuk dana pihak ketiga (DPK).

Baca Juga: Laba BNI hanya tumbuh 2,7% di semester I-2019, ini penyebabnya

Namun, menurut Rico pihaknya berhasil menjaring DPK cukup besar di semester I 2019. Tercatat per Juni 2019 total DPK BNI naik 13% secara year on year(yoy) menjadi Rp 595,06 triliun.

Hal ini didorong dari pertumbuhan rekening giro sebesar 22,4% yoy dan deposito sebanyak 10,7% secara tahunan. Kendati demikian, pertumbuhan dana tabungan relatif pelan atau hanya naik 7,5% yoy di paruh pertama.

“Secara umum, bank lain seperti BCA, BRI dan Mandiri termasuk BNI di semester I pertumbuhan tabungan flat,” terangnya di Jakarta, Selasa (23/7).

Baca Juga: BNI patok NPL maksimal 2% hingga akhir tahun ini

Ada beberapa faktor yang membuat pihaknya sulit menampung dana masyarakat, salah satunya bank harus bersaing dengan penerbitan obligasi di pasar serta adanya pungutan pajak yang harus dibayar.

Namun, memasuki semester II 2019 bank tertua di Tanah Air optimis likuiditas akan membaik. “Apalagi selama dua minggu terakhir, special ratesudah turun sejalan dengan BI rate,” sambungnya.

Baca Juga: Sentimen global memanas, rupiah berpeluang kembali terkoreksi pada perdagangan besok

Sebagai tambahan informasi saja, per kuartal II 2019 loan to deposito ratio(LDR) BNI ada di level 92,3% meningkat dari 87,3% dibanding periode tahun sebelumnya. Adapun, posisi rasio dana murah (CASA) BNI meningkat 0,6% menjadi 64,6% dari total DPK.
Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Tendi Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Tendi Video Pilihan
Artikel Asli

Related posts

Avrist Assurance raup keuntungan Rp 249 miliar di tahun 2018 lalu

kontan.co.id

Fintech JULO salurkan dana penghargaan dari UNCDF ke 505 pengusaha mikro wanita

kontan.co.id

Kedatangan pemain baru, Go-Pay nilai bisnis pembayaran digital masih menjanjikan

kontan.co.id

Leave a Comment