Connect with us


Investasi

Kepemilikan asing di SBN bertambah Rp 13,47 triliun sepanjang Oktober

Published

on

JAKARTA. Mulai stabilnya pergerakan nilai tukar rupiah dan sejumlah katalis positif lainnya membuat investor asing mulai berani masuk ke pasar obligasi negara Indonesia.

Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, investor asing melakukan aksi beli di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 13,47 triliun sepanjang Oktober. Alhasil, kepemilikan asing di SBN hingga 31 Oktober lalu mencapai Rp 864,32 triliun atau berkontribusi sebesar 36,93% dari total outstanding SBN.

Fixed Income Fund Manager Ashmore Asset Management Anil Kumar mengatakan, tren kenaikan kepemilikan asing di SBN sebenarnya mulai terlihat pada pertengahan bulan lalu seiring dengan adanya sejumlah sentimen positif yang menghampiri pasar obligasi domestik.

Salah satunya adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang tidak lagi liar. Memang, rupiah sempat menembus level Rp 15.200 per dollar AS pada awal Oktober lalu. Namun, setelahnya koreksi rupiah tak lagi terjadi secara signifikan. Dalam beberapa kesempatan, mata uang garuda bahkan sempat menguat.

Hasil ini turut meredakan volatilitas pergerakan harga dan yield Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder. “Kekhawatiran investor terhadap potensi kerugian kurs mulai berkurang,” katanya, Jumat (2/11).

Selain itu, tidak menutup kemungkinan pula masuknya kembali investor asing di pasar obligasi Indonesia disebabkan oleh pasokan instrumen tersebut yang sudah mulai berkurang jelang akhir tahun.

Investor asing juga dinilai belum terlalu mengkhawatirkan peningkatan risiko investasi di Indonesia dan negara emerging market lainnya. Sebab, hal tersebut dipicu oleh faktor eksternal berupa gejolak pasar saham yang sempat terjadi di AS dalam beberapa pekan terakhir.

Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia, Fikri C. Permana berpendapat, ketidakpastian yang masih melanda pasar saham global dan konflik geopolitik di sejumlah kawasan membuat aksi beli investor asing di pasar obligasi Indonesia tidak dilakukan secara agresif.

Ia menambahkan, investor asing masih berminat masuk ke pasar obligasi dalam negeri lantaran sejumlah data ekonomi AS dinilai kurang sesuai ekspektasi.

Salah satunya adalah data inflasi AS di sektor konsumer yang hanya tumbuh 0,1% atau lebih rendah dari prediksi analis sebesar 0,2% ketika dirilis pertengahan Oktober silam. “Ini memperlihatkan perekonomian AS tidak sebaik seperti yang diharapkan,” imbuh dia, akhir pekan lalu.

Investor asing juga melirik pasar obligasi Indonesia lantaran posisi yield SUN yang tergolong tinggi yaitu di kisaran 8% untuk tenor 10 tahun. Level SUN di Indonesia lebih tinggi ketimbang negara-negara emerging market lainnya yang memiliki peringkat utang sama. Contohnya adalah surat utang India tenor 10 tahun yang berada di level 7,78% pada perdagangan Jumat lalu.

Dengan demikian, jika volatilitas rupiah tetap terjaga, obligasi negara Indonesia berpotensi memberikan return riil yang lebih menarik bagi para investor asing dibandingkan obligasi dari negara lainnya. (Kontan.co.id)

Investasi

Harga emas kembali turun 0,02% di level US$ 1.430,66 per ons troi (Pukul 14.35 WIB)

Published

on

Harga emas kembali turun 0,02% di level US$ 1.430,66 per ons troi (Pukul 14.35 WIB)

FINANCEROLL -JAKARTA. Harga emas kembali turun tipis. Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (31/7) pukul 14.35 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.430,66 per ons troi.

Harga emas ini 0,02% jika dibandingkan dengan hari sebelumnya US$ 1.430,88 per ons troi. Sedangkan, harga emas berjangka pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange malah naik 0,08% ke level US$ 1.443,00 per ons troi dibandingkan dengan kemarin US$ 1.441,80 per ons troi.

Baca Juga: Harga emas akhirnya naik 0,02% di level US$ 1.431,11 per ons troi (Pukul 13.14 WIB)

Bloombergmelaporkan, harga emas masih akan mengalami reli dan bisa jadi menuju kenaikan di level tertinggi karena bank sentral menandatangani kebijakan moneter.

Reserve Federaldiperkirakan akan memangkas suku bunga AS sebesar seperempat persentase poin pada hari Rabu.

Analis dan pedagang emas sedang mencari penegasan dari Ketua The Fed, Jerome Powell bahwa pengurangan suku bunga bisa menaikkan harga emas, meskipun memang harga logam mulia mungkin telah maju dengan sendirinya.

Baca Juga: Harga emas akhirnya naik 0,02% di level US$ 1.431,11 per ons troi (Pukul 13.14 WIB)

“Pasar dapat dengan mudah menarik kembali setelah pemotongan tanpa reli emas secara keseluruhan diubah, dan itu sangat mungkin, kata James Steel, Kepala Analis Logam mulia di HSBC Securities (USA) Inc kepadaBloomberg, Rabu (31/7).

Masalah perdagangan antara AS-China masih akan memengaruhi volatilitas pasar keuangan, yang kemungkinan akan membantu emas pada pembelian safe-haven.
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Investasi

Rupiah masih menguat 0,08% di level Rp 14.017 per dolar AS (Pukul 14.05 WIB)

Published

on

FINANCEROLL -JAKARTA. Rupiah masih terus menguat terhadap dolar AS. Dari dataBloomberg Rabu (31/7) Pukul 14.05 WIB rupiah berada pada level Rp 14.017 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,08% dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Sedangkan di JISDOR rupiah di level Rp 14.026 per dolar AS atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.034 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah menguat 0,11% di level Rp 14.012 per dolar AS (Pukul 13.08)

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, rupiah menguat karena semakin dekat dengan hari dimana The Fed akan mengumumkan tingkat suku bunganya dan juga masih ada pengaruh terkait data PMA yang dirllis.

Selain itu, David juga mengatakan bahwa rupiah dipengaruhi oleh data indeks kepercayaan konsumen dari AS.

Reporter: Adrianus Octaviano, Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Adrianus Octaviano, Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Investasi

Rupiah menguat 0,11% di level Rp 14.012 per dolar AS (Pukul 13.08)

Published

on

FINANCEROLL -JAKARTA. Rupiah siang ini menguat terhadap dolar AS. Dari data Bloomberg Rabu (31/7) Pukul 13.08 WIB rupiah berada pada level Rp 14.012 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,11% dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Sedangkan di JISDOR rupiah di level Rp 14.026 per dolar AS atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.034 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah terus menguat 0,12% di level Rp 14.011 per dolar AS

Rupiah menjadi salah satu dari tiga mata uang lainnya di Asia yakni yuan China yang menguat 0,12% dan pesso Filipina yang menguat 0,12%.

Sedangkan mayoritas mata uang regional melemah terhadap dolar AS pagi ini. Mata uang regional dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS pagi ini adlaah rupee India yang melemah 0,18%, dolar Singapura melemah 0,05%, dolar Taiwan melemah 0,04%, yen Jepang melemah 0,03%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama lainnya pagi ini ada di 98,07, menguat tipis dari sehari sebelumnya yang ada di 98,05.
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.