Connect with us

Saham

Kasus Corona RI Meledak, Investor Harap Waspada!

FINANCEROLL.COM – IHSG menghijau setelah investor merespons kabar positif mengenai vaksin corona Pfizer meskipun penguatan terpangkas karena para pelaku pasar melakukan aksi profit taking setelah IHSG melesat tinggi sebulan terakhir.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 121 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp19,6 triliun. Terpantau 232 saham naik, 227 saham turun, sisanya 168 stagnan.

Sentimen penggerak utama pasar modal dalam negeri tentu datang utamanya dari faktor stimulus jumbo AS yang akan kembali dibicarakan. Juga dari kabar dua vaksin corona yakni Pfizer yang penilaian mengenai kesiapan edar vaksin yang dinilai oleh Agensi Obat-obatan Uni Eropa yang bisa saja muncul akhir tahun ini.

Pasar saham global, termasuk Indonesia paling suka terhadap berita mengenai vaksin dimana ketika perkembangan vaksin positif. Maka para pelaku pasar menganggap hidup normal setelah vaksinasi massal akan semakin dekat.

Ini akan membuat perekonomian kembali berputar. Hal tersebut tentu akan menguntungkan pasar modal sehingga optimisme membeli saham semakin kuat.

Stimulus jumbo yang akan diperbincangkan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi juga akan membawa kabar positif tersendiri bagi bursa saham negara-negara emerging market terutama Indonesia. RI bisa menjadi primadona untuk kategori ini.

Apabila nantinya stimulus jumbo ini cair maka peredaran dolar AS akan naik dan membuat nilainya turun. Sehingga aset-aset dalam negeri akan menjadi kurang menarik.

Ini membuat investor global cenderung mengalihkan dananya ke negara-negara emerging market seperti Indonesia. Intinya negara berkembang akan siap kebanjiran dana asing.

Nilai tukar rupiah melemah tipis melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (3/12/2020). Padahal dolar AS sedang mengalami tekanan hebat.

Melansir data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan dengan stagnan di Rp 14.090/US$. Tetapi tidak lama langsung melemah 0,32% ke Rp 14.135/US$.  Posisi rupiah membaik, dan berada di level Rp 14.100/US$, melemah tipis 0,07% hingga penutupan perdagangan.

Sedangkan, harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada Rabu (2/12/2020) mayoritas ditutup menguat, di tengah kenaikan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia yang kembali mencatatkan rekor tertingginya pada hari ini.

Dilihat dari imbal hasilnya (yield), hampir semua SBN mengalami penurunan yield, tetapi tidak untuk yield  SBN tenor 10 tahun yang merupakan acuan yield obligasi negara naik 3,1 basis poin ke level 6,209%. Yield berlawanan arah dari harga, sehingga penurunanyieldmenunjukkan harga obligasi yang naik.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Saham