Ini rekomendasi soal rights issue Lippo Cikarang (LPCK) dan ...
Investasi

Ini rekomendasi soal rights issue Lippo Cikarang (LPCK) dan Lippo Karawaci (LPKR)

FINANCEROLL – JAKARTA.Dua unit emiten Lippo Group gencar mencari tambahan dana segar. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR, anggota indeks Kompas100) dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan pada 18 April 2019 lalu bersepakat akan mencari dana tambahan melalui mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

LPCK misalnya menyetujui akan menawarkan sebanyak-banyaknya 2 miliar saham baru dengan nilai penawaran Rp 500 per saham. Dana yang dihimpun disebut akan digunakan untuk pemberian pinjaman (loan) dan/atau penyertaan modal (capital injection) baik secara langsung maupun tidak langsung pada perusahaan dimana Perseroan memiliki penyertaan modal.
Baca Juga Kinerja Nusa Raya Cipta (NRCA) turun di Kuartal I 2019, ini penjelasan manajemen Nusa Raya Cipta (NRCA) optimistis dapat kontrak baru senilai Rp 3,5 triliun tahun ini Nusa Raya Cipta (NRCA) sebar dividen Rp 30 per saham Sempat naik, harga saham Erajaya Swasembada (ERAA) kembali terkapar

Efek dilusi bagi para pemegang saham yang tidak mengambil kesempatan itu hingga 74,18%. PT Kemuning Satiatama disebut akan menjadi stand-by buyerutama dalam pelaksanaan HMETD tersebut.

Dana hasil rights issue itu disebut akan digunakan untuk meningkatkan likuiditas perusahaan dan melanjutkan investasi di proyek Meikarta yang hingga saat ini masih tertunda karena kasus rasuah.

Sedangkan para pemegang saham LPKR menyetujui akan menawarkan sejumlah saham baru dengan nilai US$ 730 juta. Harga pelaksanaan saham rights issue itu sendiri ditetapkan sebesar Rp 235 per saham.

Nantinya perusahaan akan meningkatkan saham hingga 92 miliar lembar. Itu berarti, akan ada 28 miliar lembar saham baru yang akan diterbitkan mengingat, saat ini jumlah saham perusahaan sebesar 64 miliar lembar. LPKR berharap dana HMETD itu bisa membenahi peringkat surat utang perusahaan dan modal ekspansi.

Rencananya aksi korporasi LPKR akan diselenggarakan pada 11 Juni 2019 hingga 20 Juni 2019 mendatang. Sedangkan rights issue LPCK diproyeksikan akan diselenggarakan pada akhir kuartal 3 tahun 2019.

Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas menilai pada dasarnya bila harga penawaran rights issue perusahaan lebih rendah dari harga pasar saham, maka penawaran tersebut menarik. Ketika berita ini ditulis, harga saham LPCK sendiri sebesar 1.885. Sedangkan harga LPKR sebesar 320. Di sisi lain, kondisi fundamental perusahaan itu ia nilai masih sehat.

Meski begitu ia tetap mengingatkan kepada para investor untuk mencermati penawaran kedua perusahaan tersebut. Terkhusus harga saham LPCK terpantau masih berada dalam tren bearish.

“Harga penawaran HMETD masih 500, sedangkan harga pasar LPCK masih bisa mengalami penurunan. Ada baiknya investor melepas terlebih dahulu sampai tanggal cum date dirilis dan masuk lagi di kisaran 1125-1450,” paparnya kepada Kontan.co.id, Jumat (3/5).

Sedangkan untuk penawaran rights issue LPKR, Sukarno cenderung menganjurkan para investor untuk holdserta wait and seeterhadap pergerakan saham perusahaan tersebut. “Tetapi hati-hati jika harga gagal break340,” jelasnya.
Reporter: Aloysius Brama
Editor: Tendi Reporter: Aloysius Brama
Editor: Tendi Video Pilihan
Artikel Asli

Leave a Comment

Ryquell Armstead Womens Jersey