Connect with us

Sekuritas Terbaik

Ini 10 Sekuritas Teraktif Yang Patut Dipertimbangkan Investor

Dalam melakukan investasi saham, seorang investor harus melalui broker atau sekuritas untuk melakukan jual-beli sahamnya. Perusahaan sekuritas adalah perusahaan yang telah mendapat izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kegiatannya sebagai perantara perdagangan efek (brokerage).

Menurut Ryan Filbert, Perusahaan Sekuritas layaknya partner dalam berinvestasi. Sudah banyak sekuritas yang menyediakan fasilitas online trading, dan juga memberi fasilitas konsultasi saham secara gratis.

Peran dari perusahaan sekuritas bisa dikatakan cukup krusial, maka dari itu menjadi penting untuk memilih broker atau perusahaan sekuritas yang terbaik dan dapat dipercaya.

Berdasarkan laporan bulanan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada bulan April terdapat 10 broker yang memiliki frekuensi perdagangan paling ramai. Secara sekilas, banyak pelaku pasar yang bertransaksi saham dengan menggunakan jasa broker tersebut.

Banyak juga investor saham yang bertransaksi di luar 10 sekuritas tersebut, contohnya di PT Danareksa Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas. Kedua sekuritas tersebut berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau sebagian besar sahamnya dimiliki Pemerintah Indonesia.

Dalam operasi bisnisnya, perusahaan sekuritas berbentuk Perusahaan Terbatas (PT). Perusahaan sekuritas biasanya dibagi ke dalam 2 kategori yakni sekuritas lokal dan sekuritas asing.

Pergerakan Sekuritas Asing sering kali banyak diikuti pelaku pasar karena transaksinya yang cukup besar dan berpotensi menggerakkan harga saham tertentu. Riset-risetnya pun dianggap cukup mendalam juga banyak menjadi pertimbangan pelaku pasar baik ritel maupun institusi.

Namun fee jual-beli sering kali lebih tinggi dari rata-rata sekuritas lokal berkisar 0,25% untuk transaksi beli hingga 0,35% untuk transaksi jual, atau bahkan mungkin lebih. Sedangkan sekuritas lokal berkisar dari 0,15%-0,25%.

Berikut daftar 10 perusahaan sekuritas baik asing maupun lokal dengan frekuensi perdagangan tertinggi selama bulan April 2019, berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI).

1. Mirae Asset Sekuritas Indonesia (Kode: YP)

Sekuritas berkode YP ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April YP mencatatkan 1,87 juta transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 24.140 lot dengan nilai Rp 13,72 triliun.

Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan BEI senilai Rp 1,08 triliun.

2. Mandiri Sekuritas (Kode: CC)

Sekuritas yang bernaung di bawah Bank Mandiri ini tergolong sekuritas lokal. Pada bulan April sekuritas berkode CC ini mencatatkan 1,1 juta transaksi jual atau beli di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volumenya sebesar 24.858 lot dengan nilai Rp 119 triliun.

Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 335 miliar.

3. Indo Premier Sekuritas (Kode: PD)

Sekuritas berkode PD ini tergolong sekuritas lokal. Frekuensi perdagangannya mencapai 1,038 kali transaksi senilai Rp 14,04 triliun dengan volume 13,273 lot saham selama bulan April.

Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) hingga saat ini menurut catatan BEI senilai Rp 334 miliar.

4. Phillip Sekuritas Indonesia (Kode: KK)

Sekuritas berkode KK ini tergolong sekuritas Asing. Pada bulan April, KK mencatatkan 724 ribu transaksi baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 7.374 lot dengan nilai Rp 4,28 triliun.

Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 179 miliar.


5. UBS Sekuritas Indonesia (Kode: AK)

Sekuritas berkode AK ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April AK mencatatkan 556 ribu transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 4.163 lot senilai Rp 15,15 triliun.

Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 429 miliar.

6. BNI Sekuritas Indonesia (Kode: NI)

Sekuritas yang bernaung di bawah Bank BNI ini tergolong sekuritas lokal yang sahamnya dimiliki Pemerintah. Pada bulan April sekuritas berkode NI ini mencatatkan 515 ribu transaksi baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volumenya sebesar 10.230 lot senilai Rp 11,49 triliun.

Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 254 miliar.

7. CGS-CIMB Sekuritas Indonesia (Kode: YU)

Sekuritas berkode YU ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April YU mencatatkan 499 ribu transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 9.211 lot senilai Rp 13,73 triliun.

Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 475 miliar

8. Deutsche Sekuritas Indonesia (Kode: DB)

Sekuritas berkode DB ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April DB mencatatkan 488 ribu transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 3.599 lot senilai Rp 12,97 triliun.

Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 331 miliar.

9. RHB Sekuritas Indonesia (Kode: DR)

Sekuritas berkode DR ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April DR mencatatkan 420 ribu transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 13.503 lot dengan nilai Rp 7,45 triliun.

Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 521 miliar.

10. Citigroup Sekuritas Indonesia (Kode: CG)

Sekuritas berkode CG ini tergolong sekuritas asing. Pada bulan April CG mencatatkan 368 ribu transaksi baik jual maupun beli baik di pasar reguler maupun non reguler. Nilai volume sebesar 1.909 lot dengan nilai Rp 6,54 triliun.

Nilai Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir menurut catatan otoritas bursa senilai Rp 212 miliar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Sekuritas Terbaik