Connect with us

Saham

IHSG masih dalam tren menguat, Cermati Saham Berikut

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG hari ini akan kembali menguat. IHSG ditutup terkoreksi wajar 0,15% di level 6.104,32 pada Jumat 18 Desember 2020.

Menurut Nafan Aji, Analis Binaartha Sekuritas, pergerakan IHSG hari ini berdasarkan indikator MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif. Di sisi lain, terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG hari ini.

Sehingga, Nafan mengatakan, IHSG hari ini berpeluang menuju ke resistance terdekat. Sementara itu, Nafan mengatakan, pergerakan IHSG hari ini berdasarkan rasio fibonacci akan bergerak adapun support maupun resistance berada pada 6.009,10 hingga 6.157,11.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut: 

1. Alam Sutera Realty (ASRI). Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham ASRI. Rekomendasi saham ASRI hari ini sell on strength pada area level Rp 278 – Rp 286, dengan target harga secara bertahap di level Rp 252 dan Rp 246. Resistance ada di Rp 294. Saham ASRI ditutup di Rp 278. (RoE: -14.17%; PER: -4.03x; EPS: -66.51; PBV: 0.57x; Beta: 2.25).

2. Bank Negara Indonesia (BBNI). Pergerakan harga saham BBNI telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Rekomendasi saham BBNI hari ini akumulasi beli pada area Rp 6.600 – Rp 6.650, dengan target harga di level Rp 6.600, Rp 6.825 dan Rp 7.950. Support ada di Rp 6.600, Rp 6.375 dan Rp 6.050.  Saham BBBNI ditutup di Rp 6.650. (RoE: 5.05%; PER: 20.96x; EPS: 311.32; PBV: 1.06x; Beta: 2.05).

3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Pergerakan harga saham BBRI telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Rekomendasi saham BBRI adalah akumulasi beli pada area level Rp 4.230 – Rp 4.280, dengan target harga secara bertahap di level Rp 4.460, Rp 4.640 dan Rp 4.760. Support ada di Rp 4.230 dan Rp 4.130. Saham BBRI ditutup di Rp 4.280. (RoE: 9.50%; PER: 27.77x; EPS: 154.15; PBV: 2.64x; Beta: 1.47).

4. Elnusa (ELSA). Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham ELSA. Rekomendasi saham ELSA adalah sell on strength pada area level Rp 380 – Rp 392, dengan target harga di level Rp 360. Resistance ada di Rp 400. Saham ELSA ditutup di Rp 380. (RoE: 6.69%; PER: 11.12x; EPS: 34.16; PBV: 0.74x; Beta: 1.88).

5. Indofood Sukses Makmur (INDF). Pergerakan harga saham INDF masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham INDF adalah akumulasi beli pada area level Rp 6.800 – Rp 6.850, dengan target harga secara bertahap di level Rp 7.075, Rp 7.400, Rp 7.600 dan Rp 8.375. Support ada di Rp 6.800 dan Rp 6.460. Saham INDF ditutup di Rp 6.825. (RoE: 6.57%; PER: 12.49x; EPS: 568.57; PBV: 0.82x; Beta: 0.71).

6. Indah Kiat Pulp and Paper (INKP). Pergerakan harga saham INKP masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham INKP adalah di akumulasi beli pada area level Rp 10.200 – Rp 10.400, dengan target harga secara bertahap di level Rp 10.875, Rp 11.125 dan Rp 12.300. Support ada di Rp 9.975 dan Rp 9.475. Saham INKP ditutup di Rp10.400. (RoE: 8.83%; PER: 10.00x; EPS: 1039.53; PBV: 0.88x; Beta: 1.84).

7. Tower Bersama Infrastructure (TBIG). Pergerakan harga saham TBIG telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. Rekomendasi saham TBIG adalah akumulasi beli pada area level Rp 1.470 – Rp 1.490, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.525, Rp 1.575, Rp 1.700 dan Rp 1.820. Support ada di Rp 1.455.  Saham TBIG ditutup di Rp 1.485. (RoE: 14.68%; PER: 34.73x; EPS: 43.91; PBV: 5.09x; Beta: 1).

8. Sarana Menara Nusantara (TOWR). Pergerakan harga saham TOWR masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Rekomendasi saham TOWR adalah akumulasi beli pada area level Rp 975 – Rp 985, dengan target harga secara bertahap di level Rp 1.000, Rp 1.010, Rp 1.085, Rp 1.155 dan Rp 1.220. Support ada di Rp 950. Saham TOWR ditutup di Rp 985. (RoE: 24.95%; PER: 20.34x; EPS: 49.89; PBV: 5.08x; Beta: 0.66).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Saham