Connect with us

Saham

IHSG Dibuka Menguat, Saham BBCA Diborong Asing

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin (14/12/2020) seiring dengan masuknya investor asing.

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG naik 0,69 persen atau 41,16 poin menjadi 5.979,49. Terpantau 224 saham menguat, 41 koreksi, dan 173 stagnan.

Investor asing melakukan net buy Rp7,54 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi incaran utama dengan net buy Rp28,6 miliar. Saham BBCA naik 1,41 persen menuju Rp34.150.

Pada perdagangan sebelumnya, Jumat (11/12/2020), IHSG terpantau parkir di level 5.938,33 setelah ditutup menguat tipis 0,08 persen. Adapun pergerakan didorong oleh sektor properti yang naik 2,38 persen dan agrikultur yang naik 2,10 persen.

Dalam publikasi risetnya, Institutional Research MNC Sekuritas menuliskan menutup pekan kemarin, Jumat (11/12), IHSG menguat tipis 0,1% ke level 5,938.

Selama IHSG belum mampu menguat di atas 6,004, maka diperkirakan pergerakan IHSG berpotensi terkoreksi ke area 5,830-5,880 untuk membentuk bagian dari wave [v] dari wave 3. Selama IHSG tidak terkoreksi ke bawah 5,775 atau bahkan 5,563, maka IHSG masih berpeluang menguat kembali untuk menguji area 6,000-6,010.

“Namun, apabila IHSG turun di bawah 5,563, maka IHSG sudah terkonfirmasi menyelesaikan wave 3 dan akan membentuk wave 4 ke area 5,500-5,650 terlebih dahulu,” paparnya.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christopher menyebut pergerakan indeks komposit akhir pekan lalu cukup terbatas diakibatkan banyaknya ketidakpastian terlebih setelah stimulus Amerika Serikat tak kunjung disetujui dan naiknya angka pengangguran.

Adapun, dia memproyeksikan IHSG bergerak melemah pada awal perdagangan pekan ini. Pasalnya, Dennies mengatakan secara teknikal pergerakan saat ini masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek.
Baca Juga : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 14 Desember

“Investor masih menanti perkembangan terkait stimulus Amerika Serikat dan distribusi vaksin di Indonesia. Selain itu perlu diwaspadai peningkatan kasus Covid-19 dari dalam negeri beberapa hari terakhir,” ujarnya dalam riset harian yang dikutip Bisnis, Senin (14/12/2020)

Dia juga mengatakan indeks akan bergerak pada level resistance 2 di 5.998 dan resistance 1 di 5.968. Sementara level support 1 di 5.916 dan support 2 di 5.894.

Sumber Berita : Bisnis.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Saham