Connect with us


Industri

Hari Pelanggan Nasional, PLN Beri Diskon 50 Persen untuk Biaya Tambah Daya Listrik

Published

on

finroll _financeroll

FINANCEROLL, JAKARTA – Dalam rangka Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) yang jatuh pada 4 September, PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) memberikan diskon penambahan daya listrik sebesar 50 persen. Hal ini sebagai wujud apresiasi kepada para pelanggan PLN.

General Manager PLN Disjaya,‎ M Ikhsan Asaad, mengatakan sebelumnya PLN telah memberikan diskon sebesar 73 persen untuk pelanggan yang ingin tambah daya hingga 2 September 2018 lalu. Selanjutnya, diskon tambah daya tetap berlanjut sampai 31 Oktober 2018 dengan potongan sebesar 50 persen.

“Ini bentuk apresiasi kami kepada pelanggan,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (4/9/2018).

Masih dalam rangka Harpelnas, PLN Disjaya juga memberikan apresiasi kepada pelanggannya, termasuk kepada mantan atlet bulu tangkis era 1970-1980-an, Verawaty Fajrin.

“Jadi ini hari Pelanggan Nasional dan masih dalam suasana Asian Games, kami menyapa Ibu Vera (Verawaty Fajrin) yang pada tahun 70-80-an bisa membawa Indonesia juara All England, juara dunia, dan juara Asian Games,” kata dia.

Sebagai bentuk apresiasi PLN Disjaya memberikan satu set pemasak listrik dan tambah daya gratis bagi Verawaty dan keluarga sebagai atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa.

“Ini bentuk apresiasi kami kepada atlet, memang tidak seberapa tapi Alhamdulillah kami bisa bertemu dengan Ibu Vera yang juga pelanggan PLN,” ungkap Ikhsan.

Tepat pada tahun ini, Verawaty merayakan 40 tahun pencapaiannya merebut medali emas Ganda Putri bersama Imelda Wigoena pada Asian Games 1978 di Bangkok, Thailand.

Selain itu, untuk mendukung olahraga bulu tangkis nasional, PLN Disjaya juga berniat menyalurkan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungannya (PKBL) untuk membangun gapura penanda Pelatnas PBSI Cipayung.

 

SUMBER : LIPUTAN6.COM 

Industri

Siap-siap, Tarif Tol Cikampek & Bandara Naik di November

Published

on

By

jasa_marga_financeroll_02

Jakarta,Financeroll – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) telah mengusulkan kenaikan tarif untuk jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan jalan tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo (tol Bandara Soekarno-Hatta) kepada pemerintah.

Direktur Utama JSMR Desi Arryani mengatakan saat ini pihaknya tengah dalam proses memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) sebagai salah satu persyaratan untuk mendapat persetujuan kenaikan tarif.

“Memang ada penyesuaian tarif untuk ruas Japek dan Sedyatmo, saat ini masih proses SPM. Kita menunggu, karena saat ini masih Awal Sptember, targetnya kita November,” ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Bhidakara, Rabu (5/9/2018)

Namun, Desi mengatakan belum ada hitungan yang pasti terkait besar kenaikan tarifnya karena masih harus menunggu rilis data inflasi regional dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Ada hitungan inflasinya, inflasi daerah tingkat II yang dilewati ruas Japek, regional. Belum ada hitungan yang pasti. Kita baru mengusulkan secara resmi, biasanya kemudian tim SPM turun, kemudian kita sama-sama menghitung berdasarkan data BPS,” jelasnya.

Sebagai informasi, tarif jalan tol Jakarta-Cikampek saat ini antara lain:
1. Golongan I : Rp 15.000
2. Golongan II dan III : Rp 22.500
3. Golongan IV dan V : Rp 30.000

 Sumbre : CNBC Indonesia

Continue Reading

Industri

2018, Tahun Kebangkitan Bisnis Toserba

Published

on

By

JAKARTA — Berbeda dengan tahun lalu, kinerja bisnis department store pada 2018 mulai menunjukkan gejala-gejala pertumbuhan positif, khususnya bagi segmen toko serba ada (toserba) yang membidik konsumen kelas menengah-atas.

Chief Executive Officer (CEO) SOGO Sherry Sjiamsuri mengatakan, pertumbuhan penjualan SOGO pada selama semester I/2018 berhasil mencapai 12,8%. Lonjakan pertumbuhan tersebut cukup signifikan, karena selama tiga tahun berturut-turut, toserba ini hanya membukukan pertumbuhan penjualan 7%—8%.

“Meski memang [kinerja SOGO] lagi berat, tetapi dengan tetap berusaha, dan program-program kolaboratif kami bisa tumbuh 12,8%,” kata Sherry kepada Bisnis.com,  belum lama ini.

Dia menjelaskan, pertumbuhan selama semester I/2018 didukung oleh meningkatnya pendapatan masyarakat dan dibarengi dengan banyaknya momentum libur, sehingga menarik masyarakat untuk berbelanja lebih sering.

Pada paruh kedua tahun ini, Sherry mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya akan tetap berusaha mempertahankan pertumbuhan dua digit tersebut. Oleh karena itu, SOGO akan memanfaatkan momentum pertumbuhan semester II/2018.

“Paling tidak akan tetap sama, karena pada Agustus ada Asian Games, Hari Ulang Tahun Ke-73 Republik Indonesia, lalu pada Oktober nanti ada Big Sales, November itu juga ada persiapan libur Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2018,” paparnya.

Lebih lanjut, Sherry menjelaskan, pertumbuhan pada paruh kedua tidak hanya akan terfokus pada bebebrapa segmen produk.  “Jadi kami kira akan bercampur dan merata, semua [segmen] akan tumbuh, seperti kosmetik, pakaian, perlengkapan rumah tangga.”

Pada kesempatan yang berbeda, CEO Metro Raj Kaul mengatakan, pertumbuhan penjualan Metro telah bergerak ke arah yang lebih baik. “Kami mendapat pertumbuhan positif tahun ini, dan bahkan kami telah berpindah ke pertumbuhan double digit,” ungkapnya.

Raj menjelaskan, pertumbuhan tersebut dialami hampir di setiap segmen produk, yakni pakaian wanita, pakaian pria, sepatu dan kosmetik.

Menurutnya, Metro masih menghadapi tantangan yang diakibatkan dari perubahan perilaku masyarakat, yang sempat membuat penjualan Metro tertahan akibat perkembangan bisnis perdagangan elektronik dan makin seringnya masyarakat bepergian.

“Tapi pelanggan kami masih tetap datang, orang masih tetap harus melihat bahan dan jahitan dari pakaian. Lagipula pelanggan kami berumur 40—50 tahun, mereka sudah sangat dewasa berpengalaman dalam hal memilih barang berkualitas,” tuturnya.

Oleh karena, Raj mengatakan, pengelola toserba harus selalu inovatif, mengenal pelanggannya dan memiliki strategi tepat untuk menggiring pilihan pelanggannya.

Contohnya, Metro mengedepankan baju tradisonal yang berkualitas, seperti The Herritage dari Anne Avantie. “Ini [strategi] untuk memangkan hati pengunjung, pelanggan kami adalah orang Indonesia,” katanya.

Berdasarkan catatan Bisnis, meski tidak begitu signifikan, toserba kelas menengah seperti Matahari dan Ramayana juga menunjukkan pertumbuhan yang baik pada Semester I/2018.

PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) pada paruh pertama tahun ini membukukan penjualan senilai Rp5,91 triliun, tumbuh 3,14% year-on-year dari posisi Rp5,73 triliun dari periode yang sama tahun lalu.

Hal tersebut dikarenakan gencarnya Matahari melakukan promosi dan menerapkan potongan harga di setiap produknya.

“Di masa yang akan datang, kami akan terus melanjutkan fokus untuk meningkatkan nilai dan relevansi dari merchandise yang kami tawarkan, promosi dan pengalaman berbelanja secara keseluruhan untuk membantu mendorong pertumbuhan bisnis,” kata CEO dan Vice President Director Matahari Department Store Richard Gibson.

Sementara itu, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 3,9% pada paruh pertama tahun ini. Adapun, pertumbuhan berasal dari produk andalan Ramayana, yakni penjualan produk fesyen yang mencapai 10,9%.

Corporate Secretary PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk. Setyadi Surya mengungkapkan, mayoritas pertumbuhan tersebut berasal dari momentum peningkatan penjualan pada periode Ramadhan, yang mana total pertumbuhan mencapai 5,2%.

Menanggapi pertumbuhan bisnis toserba kelas menagah-atas yang lebih moncer ketimbang kelas menengah-bawah, ekonom Institute for Developement Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira berpendapat hal tersebut merupakan pemandangan yang wajar.

“Ini sesuai dengan data dana pihak ketiga perbankan yang terus mengalami penurunan, dipicu simpanan kelas atas yang berkurang. Orang kaya mulai belanja lagi di department store,” katanya.

Dia menjelaskan, meningkatnya kepercayaan masyarakat kelas atas, yang mana tercermin dari belanja barang-barang mewahnya, disebabkan oleh sudah mulai kondusifnya situasi ekonomi dalam negeri.

Hanya saja, untuk menjaga momentum ini, Bhima mengatakan pemerintah harus berhati-hati dalam menerapkan kebijakan, terutama isu pajak yang sensitif terhadap konsumsi masyarakat kelas atas.

“Ya kalau isu pajak, ini memang harus dikomunikasikan dengan baik, dan memang itu sangat berpengaruh sekali,” tuturnya.

Sementara itu, kata Bhima, kelas menengah bawah masih menahan diri karena ada prioritas belanja kebutuhan pokok lain. “Harga bahan bakan minyak nonsubsidi di semester pertama mengalami kenaikan. selain itu, ada juga beberapa harga pangan seperti daging ayam dan telur yang trennya juga ikut meningkat.”

Ditambah lagi, pertumbuhan industri yang landai semester ini, katanya, mengartikan pendapatan 14 juta orang pekerja di sektor industri manufaktur tidak meningkat signifikan.

BANYAK BELAJAR

Menanggapai geliat pertumbuhan pejualan departement store, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan mengatakan, pengelola toserba sudah mulai banyak belajar dari kegagalan beberapa tahun sebelumnya.

Menurutnya, selain dikarenakan semakin menggeliatnya bisnis daring, perlambatan yang terjadi beberpaa tahun lalu dikarenakan kurangnya kepekaan pengelola dalam menarik perhatian konsumen.

“Pengelola [toserba] itu tidak bisa hanya mengandalkan iklan dan trafik kunjungan biasa. Harus ada perubahan dari susunan pakaian, harus ada kegiatan,” katanya.

Oleh karena itu, Stefanus mengatakan, untuk dapat mewujudkan hal tersebut, deaprtment store harus mau bekerja sama lebih aktif dengan pengelola pusat perbelanjaan. “Harus lebih banyak kegiatan sehingga porsi kue akan semakin besar, sehingga semua bisa kebagian untung,” tuturnya.

Senior Associate Director Colliers Steve Sudijanto menjelaskan, tantangan yang paling besar bagi pebisnis toserba adalah geliat pertumbuhan super store fesyen, seperti Zara, Uniqlo dan H&M, yang mana menarik pelanggan cukup besar.

Toserba juga masih harus menghadapi pemain bisnis dalam jaringan, yang mana sudah mulai banyak mengubah mindset masyarakat orang berbelanja.

Selain itu, sebutnya, dengan tipe bisnis yang menjual hampir seluruh keperluan, toserba memiliki kendala yang cukup besar dari sisi pengeluaran operasionalnya.

Oleh karena itu, Steve menagtakan, pengelola toserba harus mulai berevolusi, dalam hal efesiesni pengeluaran dan pelebaran jaringan pasar dengan memasuki bisnis daring. “Harus bisa berevolusi, harus efektif adan harus efektif,” tuturnya.

Continue Reading

Industri

Pengelola pusat belanja klaim perluasan ganjil genap turunkan jumlah pengunjung 20%

Published

on

By

JAKARTA. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, kebijakan perluasan pembatasan kendaraan berdasarkan pelat ganjil dan genap berpengaruh negatif terhadap jumlah pengunjung mal. “Kurang lebih 20% penurunan traffic, dari traffic yang kami peroleh di hari biasa,” kata Ellen saat dihubungi, Jumat (3/8).

Menurut Ellen, sekitar 80% pengunjung mal datang dengan mobil. Sayangnya, tak semua pengunjung punya dua mobil untuk mengakali kebijakan ganjil-genap.

“Tidak semua orang juga pakai transportasi umum. Kan kita tahu belum sebagus di negara tetangga. Sehingga itu juga mennyebabkan terjadi pengurangan orang berbelanja ke mal,” ujar dia.

Keengganan orang ke mal diperparah kemacetan seperti yang terjadi pada hari pertama kebijakan itu resmi diterapkan Rabu lalu. Akibat kemacetan yang terjadi di sejumlah titik, Ellen menduga banyak orang tak memilih ke mal.

Belum lagi sistem ganjil-genap juga kini berlaku pada Sabtu dan Minggu. Menurut Ellen, penurunan jumlah pengunjung bakal berdampak ke perekonomian daerah. Selain tenant-tenant mal yang turun omzet, pajak daerah dari parkir, restoran, dan hiburan juga bakal turun.

“Impaknya tergulung semua. Jadi (pemerintah) tolong keputusan itu dilihat komprehensif ya. Bukan hanya dengan jalannya sepi tapi di satu sisi perekonomian bagaimana,” kata Ellen.

Sejauh ini, Ellen mengatakan pihaknya tak pernah dilibatkan dalam kebijakan ganjil-genap maupun penutupan pintu tol. Ia berharap ganjil-genap tak diteruskan terlalu lama.

Kebijakan perluasan ganjil-genap untuk Asian Games 2018 hanya mengecualikan masyarakat difabel. Hal ini tertuang dalam Pergub Nomor 77 Tahun 2018.

Perluasan wilayah ganjil-genap mobil pribadi sampai ke jalan arteri akan diberlakukan selama 15 jam per hari, mulai pukul 06.00 sampai 21.00 dari Senin hingga Minggu.

Perluasan penerapan sistem ganjil-genap mencakup Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan-simpang Slipi), Jalan S Parman (simpang slipi-simpang Tomang), Jalan MT Haryono (simpang UKI-simpang Pancoran-simpang Kuningan).

Sistem itu juga berlaku di Jalan HR Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan (simpang Pemuda-simpang Kalimalang-simpang UKI), Jalan Jenderal A Yani (simpang Perintis-simpang Pemuda), Jalan Benyamin Sueb (simpang Benyamin Sueb-Kupingan Ancol) dan Jalan Metro Pondok Indah (simpang Kartini-simpang Pondok Indah) serta Jalan RA Kartini. (Nibras Nada Nailufar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Perluasan Ganjil-Genap Sebabkan Pengunjung Mal Turun 20 Persen”



Sumber Berita : Kontan.co.id

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.