Gubernur BI Klaim Kepercayaan investor asing mulai kuat lagi
Moneter

Gubernur BI Klaim Kepercayaan investor asing mulai kuat lagi

JAKARTA. Fokus kebijakan Bank Indonesia (BI) pada stabilitas ekonomi khususnya nilai tukar rupiah mulai membuahkan hasil. Kebijakan itu berhasil memperkuat kepercayaan pasar dan membuat imbal hasil surat berharga negara (SBN) lebih kompetitif. Kurs rupiah pun belakangan cenderung menguat.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menunjukkan, nilai tukar mata uang garuda 3 Juli lalu sempat berada di level Rp 14.418 per dollar Amerika Serikat (AS), lalu menguat ke posisi Rp 14.326 pada 10 Juli. Memang, rupiah melemah lagi jadi Rp 14.435 di 12 Juli. Tapi sehari kemudian, 13 Juli, rupiah menguat ke Rp 14.358.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih kompetitif mendorong arus modal asing masuk ke pasar SBN dalam negeri (inflow). Bank sentral mencatat, sejak 2 Juli hingga 12 Juli lalu, inflow ke pasar SBN total mencapai Rp 7,1 triliun.

“Umumnya, itu berjangka pajang, di atas 10 tahun. Ini menunjukkan, bahwa kepercayaan pasar, kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia khususnya di pasar SBN cukup kuat,” kata Perry kemarin (13/7).

Tak hanya inflow, Perry menyebutkan, suplai dollar AS dari korporasi juga cukup, rata-rata sekitar US$ 500 juta sampai US$ 600 juta per hari. Pasokan mata uang negeri Sam dari korporasi tersebut semakin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

Hanya, Perry mengungkapkan, nilai tukar rupiah masih overvalue atawa berada di bawah nilai fundamentalnya. Meski begitu, dia optimistis, rupiah berpotensi menguat berdasarkan hitungan fundamental. Yaitu, inflasi yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, defisit neraca transaksi berjalan alias current account deficit (CAD) yang cukup baik, dan surplus neraca perdagangan. “Apalagi, BI sudah melakukan langkah-langkah yang pre-emptive sehingga asing sudah masuk,” ujarnya.

Sumber Berita : Kontan.co.id

Leave a Comment

Ryquell Armstead Womens Jersey