Gegara 500.000 Akun Diretas, Google Tutup Google+
Ekonomi Global, Internasional

Gegara 500.000 Akun Diretas, Google Tutup Google+

Jakarta, Financeroll – Mesin pencari terpopuler di dunia, Google, akan menutup jejaring sosialnya Google+. Google juga memperketat kebijakan data sharing selepas mengumumkan data 500.000 akun pengguna telah bocor.

Demikian laporan yang dilansir laman Reuters seperti dilansir Selasa (9/10/2018). Saham perusahaan induk Google, Alphabet, ditutup turun 1% pada US$ 1.155,92 menyusul kabar tersebut.

Google memilih tak mengungkap masalah keamanan karena kekhawatiran pengawasan regulasi. The Wall Street Journal melaporkan Google khawatir pengungkapan akan mengundang perbandingan dengan Facebook yang mengalami kebocoran informasi pengguna dan dimanfaatkan perusahaan data Cambridge Analytica.

Sebelumnya, CEO Google Sundar Pichai telah diberitahu tentang masalah ini. Google menolak berkomentar terhadap langkah perusahaan.

Google+ diluncurkan pada 2011 saat perusahaan raksasa itu semakin concern terkait persaingan dengan Facebook.

Google+ “meniru” Facebook dengan keberadaan pembaruan status dan lini masa berita (news feeds) serta memungkinkan orang mengatur grup teman mereka ke dalam apa yang disebut “circle”.

Tetapi, Google+ dan eksperimen media sosial yang telah dicoba perusahaan lainnya, mengalami tantangan dari sisi pengguna karena fitur rumit dan masalah privasi.

Facebook memperkenalkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk menghubungkan profil akun mereka dengan aplikasi kencan, musik, dan lainnya.

Rencana Google menarik versi gratis Google+, yang dijadwalkan untuk Agustus, dapat membantu memperkuat posisi kepada pembuat kebijakan dan regulator AS.

Situasinya berbeda dari Facebook, yang telah menghadapi panas politik atas tuduhan data milik 87 juta penggunanya yang tidak semestinya dibagikan dengan konsultan politik Cambridge Analytica.

Google menolak untuk mengirim CEO Pichai ke sidang Komite Intelijen Senat pada 5 September. Di sana, COO Facebook Sheryl Sandberg dan CEO Twitter Jack Dorsey bersaksi. Kursi Google menjadi kosong setelah komite menolak perwakilan pengacara senior perusahaan saat ingin menjadi saksi. (CNBC/HIDAYAT)

Leave a Comment