Ekonom: Waspadai dampak pelarangan ekspor batubara Australia ke China
Investasi

Ekonom: Waspadai dampak pelarangan ekspor batubara Australia ke China

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ekspor batubara Australia ke China mulai terancam. Pihak bea cukai di pelabuhan utara China melarang impor batu bara dari Negeri Kanguru itu. Dilansir dari Reuters beberapa waktu lalu larangan itu sudah berlaku mulai awal Februari 2019 tanpa ada batas waktu kapan akan berakhir.

Pelarangan tersebut dilakukan di lima pelabuhan di wilayah utara China, yakni Dalian, Bayuquan, Panjin, Dandong, dan Beiliang. Pelarangan itu dilakukan di tengah-tengah masa tunggu batubara Australia selama 40 hari agar bisa kembali masuk ke pelabuhan-pelabuhan utama di China.
Baca Juga Ada tambahan 660 MW dari PLTU Cilacap, PLN bisa layani 682.000 pelanggan baru PLTU Cilacap beroperasi, Menteri BUMN Rini ingin PLN terus ekspansi pembangkit Proyek EBT tak semua masuk RUPTL, bagaimana nasib energi bersih ini? PLTU Cilacap Ekspansi 1×660 MW senilai US$ 899 juta diresmikan Jokowi

China membeli 28,26 juta ton batubara kokas dari Australia pada 2018 dan menyumbang 43,5% dari total impor bahan bakar negara tersebut. Selain melarang impor batubara dari Australia, China juga membatasi impor dari negara eksportir lainnya hanya 12 juta ton hingga akhir tahun 2019.

Banyak pihak, terutama dari perusahaan pertambangan batubara di tanah air menyambut baik pelarangan impor batubara Australia oleh China ini. Namun, menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih, Indonesia tetap harus harus berhati-hati dengan adanya kebijakan tersebut.

Masih ada dampak negatif yang bisa saja ikut dirasakan oleh Indonesia selaku eksportir batubara. “Masalah ini tentunya akan memengaruhi harga batubara, harga batubara kemungkinan menjadi fluktuatif, kita harus berhati-hati karena harga batubara yang menentukan itu bukan kita,” kata Lana, saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta pada Senin (25/2). 

Lebih lanjut Lana mengatakan, sebagai pengguna dan importir batubara terbesar di dunia, China akhirnya bisa bertindak sebagai penentu harga batubara dunia. “Walaupun sudah mulai meningkatkan produksinya, China sampai saat ini adalah satu-satunya pembeli batubara yang besar di dunia, ini punya kekuatan tawar yang cukup tinggi,” ungkap dia.

Kamis (14/2), harga batubara Newcastle untuk pengiriman April 2019 di ICE Futures berada di US$ 90,70 per metrik ton yang merupakan level terendah sejak April 2018. Padahal, Januari lalu, harga batubara sempat bertahan di atas level US$ 100 per metrik ton.

Harga komoditas energi ini ditutup pada US$ 93,80 per metrik ton pada Jumat (22/2). Reporter: Yoliawan H
Editor: Wahyu Rahmawati
Reporter: Yoliawan H
Editor: Wahyu Rahmawati Video Pilihan

Related posts

Menelisik instrumen investasi syariah yang kian lengkap

kontan.co.id

Adi Sarana Armada mengakuisisi 51% saham perusahaan lelang otomotif asal Jepang

kontan.co.id

Inilah tiga sektor yang menopang bisnis teknologi Distribusi Voucher (DIVA)

kontan.co.id

Leave a Comment

Testosterone undecanoate only cycle Winstrol depot online Anastrozole cycle length Buying oxandrolone online in australia Buy legal fluoxymesterone in australia Buying legal anavar online in australia Buy turinabol pills Buy testogel in uk Buy primobolan in australia Clenbuterol pill
Human chorionic gonadotropin for sale in australia Winstrol buy in usa online Buying halotestin online in australia Injectable anavar for sale online in uk Liquid andriol Nandrolone decanoate buy in australia Nandrolone decanoate for sale in uk Safe arimidex dose Proviron cycles Testosterone cypionate dose