Connect with us

Saham

Dow Jones Melemah, Nasdaq & S&P 500 Naik Ditengah Kemajuan Stimulus AS

 

Jakarta  –Dow Jones melemah pada perdagangan Kamis (17/12) pagi setelah data menunjukkan penurunan sektor konsumen AS meski ada ekspektasi bantuan fiskal yang tengah dibahas parlemen AS.

Dow Jones Industrial Average turun 0,15% di 30,154.54. S&P 500 menguat 0,18% ke 3,701.17, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,50% di 12,658.19 pada penutupan perdagangan Rabu (16/12) setempat.

Anggota parlemen AS tampaknya akan mencapai kesepakatan stimulus – diharapkan mencakup dukungan yang sangat dibutuhkan untuk sektor usaha dan pengangguran di Amerika Serikat – setelah Ketua Mayoritas Senat AS Mitch McConnell mengatakan “kemajuan besar” pembahasan stimulus telah dibuat.

Departemen Perdagangan AS mengatakan pada hari Rabu bahwa penjualan ritel turun 1,1% bulan lalu, berkontraksi lebih besar dari perkiraan penurunan 0,3%. Grup kontrol penjualan ritel – yang memiliki dampak lebih besar terhadap PDB AS – turun 0,5% berbeda dari ekspektasi untuk kenaikan 0,2%.

“COVID dan sentimen lain akan terus membebani pengeluaran pada bulan Desember, tetapi kami yakin Kongres hampir menyelesaikan RUU stimulus baru yang akan memulihkan manfaat UI (asuransi pengangguran) yang ditingkatkan dari Januari hingga April sebesar $300/minggu (atau $1200/bulan),” Jefferies (NYSE:JEF) mengatakan dalam sebuah catatan.

Saham diskresi konsumen mengabaikan tanda-tanda kelemahan konsumen berkat kenaikan saham eBay (NASDAQ:EBAY), Hasbro (NASDAQ:HAS), dan Chipotle.

Chipotle Mexican Grill (NYSE:CMG) naik lebih dari 4% setelah Stifel menaikkan peringkatnya untuk saham tersebut menjadi beli dari posisi tahan, dan menaikkan target harga menjadi $1.500 dari $1.400.

Saham teknologi melanjutkan awal yang kuat di minggu ini, dengan Twitter Inc (NYSE:TWTR) melonjak setelah peningkatan dari JPMorgan (NYSE:JPM).

JPMorgan memutakhirkan peringkat Twitter menjadi overweight dari netral dengan target harga $65 dengan ekspektasi agar pertumbuhan iklan daring kembali meningkat tahun depan.

“Kami yakin Twitter akan menunjukkan peningkatan terbesar mengingat penurunan iklan akibat pandemi yang lebih tajam, bersama dengan prioritas pendapatan di seluruh perusahaan, keuntungan awal dari teknologi iklan yang dibangun kembali melalui Server Iklan baru dan peluncuran Map 2.0, dan peningkatan jumlah pengiklan dan memuat iklan,” kata JPMorgan.

Saham-saham energi memangkas kerugian lantaran pergerakan harga minyak pasca data yang menunjukkan perubahan data pasokan mingguan AS yang lebih besar dari perkiraan sebesar 3,13 juta barel.

Sumber Berita : Reuters.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Saham