Connect with us


Pasar Saham

China Pemicu Utama Defisit Dagang RI, AS Menjadi Penyelamat

Published

on

kapal_china_financeroll_02

Jakarta, CNBC Indonesia- Meski narasi kedekatan Indonesia dan China sering berhembus di tingkat politik, tapi kenyataannya Indonesia justru memikul defisit perdagangan terbesar dengan Negeri Tirai Bambu tersebut. Ini terlihat dari data perdagangan per Agustus.

Data neraca perdagangan Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Agustus menyebutkan Indonesia kembali mengalami defisit US$1,02 miliar, atau lebih tinggi dari konsensus tim CNBC Indonesia sebesar US$ 645 juta. Namun, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan Juli 2018 yang defisit US$2,03 miliar.

Defisit yang masih tinggi itu terjadi menyusul perlambatan ekspor. Data BPS memperlihatkan, ekspor hanya tumbuh 4,15% year-on-year (YoY) atau lebih lambat dari konsensus sebesar 10,1%. Sementara, impor tumbuh 24,65% YoY atau sedikit lebih rendah dari konsensus sebesar 25%.

Jika dielaborasi per negara berdasarkan perdagangan non-migas, Indonesia mengalami defisit terbesar dengan negara-negara di kawasan Asia, dipimpin China. Sementara dengan negara-negara kawasan Amerika dan Eropa, Nusantara mampu mencatatkan surplus yang tidak sedikit.

Indonesia masih mengalami defisit terbesar dengan Negeri Panda dengan total mencapai US$1,84 miliar. Angka ini bahkan 4 kali lipat lebih banyak dari defisit yang dialami terhadap Thailand. Dengan negara lain seperti Thailand, Singapura, Jepang dan Jerman nilai defisit masih di bawah US$500 juta. Dari sisi surplus, Indonesia menikmati keuntungan perdagangan tertinggi dengan Negeri Sam.

Pada periode tersebut, Indonesia meraih surplus US$861,5 juta disusul defisit Negeri Bollywood sebesar US$777,8 juta. Negara tetangga Malaysia menyusul dengan menyumbang surplus US$215,9 juta. Berdasarkan data di atas, menarik untuk dieksplore lebih jauh perdagangan dengan China dan AS didasari nilai defisit dan surplus tertinggi. ( Fauzan Al Fansuri)

Sumber : cnbcindonesia.com

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pasar Saham

IHSG melanjutkan penurunan ke 6.212

Published

on

By

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan. Selasa (17/9) pukul 9,07 WIB, IHSG turun 7 poin atau 0,12% ke 6.212.

Empat sektor turun di awal perdagangan. Sektor industri dasar turun 0,62%. Sektor keuangan turun 0,41%. Sektor konstruksi dan properti melemah 0,47%. Sedangkan sektor aneka industri turun 0,26%.

Sektor barang konsumen yang kemarin merosot kini berbalik arah dengan penguatan 0,77%. Sektor tambang masih menguat 0,45%. Sektor infrastruktur menguat 0,42% dan sektor manufaktur naik 0,18%.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk perdagangan Selasa (17/9)

Baca Juga: IHSG tumbang, simak rekomendasi MNC Sekuritas untuk hari ini

Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 33 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 23,8 miliar, GGRM Rp 18 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 18,5 miliar.

Saham-saham dengan net buy asing terbesar adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 8,2 miliar, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) Rp 3 miliar, dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) Rp 2,1 miliar.

Continue Reading

Pasar Saham

Damai Dagang & Rilis Data Ekonomi Bawa Bursa Asia Menguat

Published

on

By

Perang Dagang dan The Fed Bawa Bursa Saham Asia Melemah

Bursa saham utama kawasan Asia dibuka menguat pada hari ini: indeks Nikkei naik 0,66%, indeks Shanghai naik 0,18%, indeks Hang Seng naik 0,64%, indeks Strait Times naik 0,48%, dan indeks Kospi naik 0,34%.

Hubungan antara AS-China di bidang perdagangan yang kian mesra membuat investor optimistis untuk masuk ke bursa saham. Kemarin sore (10/1/2019), Juru Bicara Kementerian Perdagangan China Gao Feng mengatakan bahwa ada perkembangan yang dicapai terkait dengan isu-isu struktural seperti pemaksaan transfer teknologi dan perlindungan kekayaan intelektual. Perkembangan ini dicapai pada negosiasi dagang yang berlangsung selama 3 hari pertama pekan ini.

Pemaksaan transfer teknologi dan perlindungan kekayaan intelektual merupakan permasalahan yang sangat sulit untuk diselesaikan sejauh ini. Lantas, pernyataan dari Gao Feng berhasil menenangkan pelaku pasar.

Kemudian, Reuters memberitakan bahwa Wakil Perdana Menteri China Liu He akan bertandang ke Washington untuk bertemu dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer.

“Rencananya adalah Liu He akan datang ke Washington. Namun sepengetahuan saya, waktunya belum ditetapkan. Apakah sebelum Tahun Baru Imlek atau sesudahnya,” ungkap Myron Brilliant, Kepala Grup Perdagangan Internasional US Chamber of Commerce, mengutip Reuters.

Potensi damai dagang secara permanen antara AS-China terlihat semakin nyata. Jika ini yang terjadi nantinya, tentu pelemahan ekonomi di kedua negara bisa diminimalisir.

Rilis data ekonomi yang positif juga memotori penguatan bursa saham regional. Pada pagi hari ini, penyaluran kredit perbankan Jepang periode Desember 2018 diumumkan tumbuh 2,4% YoY, di atas capaian periode November yang sebesar 2,1% YoY. (CnbcIndonesia.com)

Continue Reading

Pasar Saham

Hati-hati, IHSG sudah jenuh beli

Published

on

By

bei_financeroll_02

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tengah diliputi sentimen positif, baik dari dalam maupun luar negeri. Tetapi, waspadai ancaman aksi ambil untung di tengah tren indeks yang bullish. Sekadar mengingatkan, IHSG Jumat lalu (4/1) ditutup menguat 0,86% ke 6.274,54. Dalam sepekan, IHSG naik 1,29%.

Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu mengumumkan kenaikan upah pekerja, tetapi Chairman Federal Reserve Jerome Powell membuka peluang The Fed menyetop sementara kenaikan bunga jika ekonomi AS melemah. Selama ini, pasar khawatir kenaikan bunga The Fed yang agresif menjegal pertumbuhan ekonomi.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan, dari dalam negeri, investor juga lega dengan inflasi yang diumumkan pekan lalu, serta cukup optimistis dengan kinerja keuangan emiten di kuartal IV-2018.

Tapi secara teknikal, IHSG terlihat sudah jenuh beli atau overbought, ditandai penurunan volume transaksi. “Mengacu dengan kondisi tersebut, umumnya dibayangi aksi profit taking,” kata Valdy, Jumat (4/1).

Senior Research Analyst Infovesta Utama Praska Putrantyo menambahkan, pertemuan AS dan China untuk membicarakan hubungan dagang belum bisa membawa sentimen positif bagi bursa. “IHSG pekan depan lebih flat atau negatif, bergerak di kisaran 6.180 sampai 6.260,” kata Praska.

Sedangkan Valdy memperkirakan, IHSG Senin (7/1) terkoreksi dan bergerak dengan rentang pergerakan indeks di 6.175 hingga 6.350.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.