Connect with us


Investasi

Cetak rekor, analis Indo Premier sebut saham BBCA sudah cukup mahal

Published

on

Cetak rekor, analis Indo Premier sebut saham BBCA sudah cukup mahal

FINANCEROLL – JAKARTA.Dua emiten perbankan tercatat mencetak rekor hari ini (15/7). Dua emiten tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA, anggota indeks Kompas100) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI, anggota indeks Kompas100). Pada penutupan pasar keduanya masing-masing di level 30.525 dan 4.530. 

Analis Indo Premier Sekuritas Mino melihat pergerakan dua emiten perbankan tersebut dipengaruhi oleh mencairnya situasi politik setelah rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi. 

“Karena kondusifnya situasi politik adalah syarat mutlak agar perekonomian berjalan sebagaimana mestinya,” jelas Mino kepada Kontan.co.id, Senin (15/7). 

Baca Juga: Saham BBCA dan BBRI kembali cetak rekor, ini tanggapan analis

Selain itu, ekspektasi penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) juga turut mempengaruhi sentimen positif. Terlepas dari itu semua, imbuh Mino, investor juga sangat percaya terhadap kinerja fundamental kedua bank buku empat tersebut. “Lebih ke fundamental kalau menurut saya,” imbuhnya. 

Mino menilai saham milik BBCA sudah cukup mahal, sehingga investor boleh saja melakukan aksi jual. Hanya saja, dia menambahkan, apabila terjadi kondisi overvaluealias terlalu mahal di pasar modal bukan berarti nilai saham tersebut akan turun. 

Adapun, pada hari ini, BBCA sempat menyentuh level tertinggi di level 30.575 sedangkan BBRI sempat menyentuh level 4.560. “Sebentar lagi kan laporan keuangan keluar, itu mungkin yang perlu dicermati,” jelas dia. 

Baca Juga: IHSG rebound ke 6.418 pada akhir perdagangan Senin (15/7)

Sampai dengan kuartal I-2019 lalu, BBCA mampu mencetak laba bersih yang tumbuh 10,1% secara tahunan (yoy) atau sebesar Rp 6,1 triliun. Sedangkan tahun sebelumnya mereka membukukan laba bersih Rp 5,5 triliun. 

Pertumbuhan pada kuartal satu lalu, jelas Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja beberapa waktu silam, karena ditopang pendapatan operasional perseroan yang naik 13,7% yoy menjadi Rp 16,69 triliun. 

Sementara itu, BBRI pada kuartal satu lalu berhasil meraih laba bersih Rp 8,2 triliun. Angka tersebut tumbuh 10,42% yoy. Penopang laba bersih tersebut berasal dari pertumbuhan penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh double digitdi atas rata-rata industri. 

Baca Juga: Simak enam rekomendasi saham dari Profindo Sekuritas untuk perdagangan Senin (15/7)

Per Maret 2019, BBRI menyalurkan kredit sebesar Rp 855,47 triliun atau tumbuh 12,91% yoy. Sementara itu, DPK tumbuh 13,18% yoy menjadi Rp 936,03 triliun. 
Reporter: Benedicta Prima
Editor: Tendi Reporter: Benedicta Prima
Editor: Tendi Video Pilihan
Artikel Asli

Investasi

Harga emas kembali turun 0,02% di level US$ 1.430,66 per ons troi (Pukul 14.35 WIB)

Published

on

Harga emas kembali turun 0,02% di level US$ 1.430,66 per ons troi (Pukul 14.35 WIB)

FINANCEROLL -JAKARTA. Harga emas kembali turun tipis. Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (31/7) pukul 14.35 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.430,66 per ons troi.

Harga emas ini 0,02% jika dibandingkan dengan hari sebelumnya US$ 1.430,88 per ons troi. Sedangkan, harga emas berjangka pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange malah naik 0,08% ke level US$ 1.443,00 per ons troi dibandingkan dengan kemarin US$ 1.441,80 per ons troi.

Baca Juga: Harga emas akhirnya naik 0,02% di level US$ 1.431,11 per ons troi (Pukul 13.14 WIB)

Bloombergmelaporkan, harga emas masih akan mengalami reli dan bisa jadi menuju kenaikan di level tertinggi karena bank sentral menandatangani kebijakan moneter.

Reserve Federaldiperkirakan akan memangkas suku bunga AS sebesar seperempat persentase poin pada hari Rabu.

Analis dan pedagang emas sedang mencari penegasan dari Ketua The Fed, Jerome Powell bahwa pengurangan suku bunga bisa menaikkan harga emas, meskipun memang harga logam mulia mungkin telah maju dengan sendirinya.

Baca Juga: Harga emas akhirnya naik 0,02% di level US$ 1.431,11 per ons troi (Pukul 13.14 WIB)

“Pasar dapat dengan mudah menarik kembali setelah pemotongan tanpa reli emas secara keseluruhan diubah, dan itu sangat mungkin, kata James Steel, Kepala Analis Logam mulia di HSBC Securities (USA) Inc kepadaBloomberg, Rabu (31/7).

Masalah perdagangan antara AS-China masih akan memengaruhi volatilitas pasar keuangan, yang kemungkinan akan membantu emas pada pembelian safe-haven.
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Investasi

Rupiah masih menguat 0,08% di level Rp 14.017 per dolar AS (Pukul 14.05 WIB)

Published

on

FINANCEROLL -JAKARTA. Rupiah masih terus menguat terhadap dolar AS. Dari dataBloomberg Rabu (31/7) Pukul 14.05 WIB rupiah berada pada level Rp 14.017 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,08% dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Sedangkan di JISDOR rupiah di level Rp 14.026 per dolar AS atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.034 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah menguat 0,11% di level Rp 14.012 per dolar AS (Pukul 13.08)

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, rupiah menguat karena semakin dekat dengan hari dimana The Fed akan mengumumkan tingkat suku bunganya dan juga masih ada pengaruh terkait data PMA yang dirllis.

Selain itu, David juga mengatakan bahwa rupiah dipengaruhi oleh data indeks kepercayaan konsumen dari AS.

Reporter: Adrianus Octaviano, Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Adrianus Octaviano, Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Investasi

Rupiah menguat 0,11% di level Rp 14.012 per dolar AS (Pukul 13.08)

Published

on

FINANCEROLL -JAKARTA. Rupiah siang ini menguat terhadap dolar AS. Dari data Bloomberg Rabu (31/7) Pukul 13.08 WIB rupiah berada pada level Rp 14.012 per dolar Amerika Serikat (AS), menguat 0,11% dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang berada di level Rp 14.028 per dolar AS.

Sedangkan di JISDOR rupiah di level Rp 14.026 per dolar AS atau menguat 0,06% dibandingkan penutupan kemarin Rp 14.034 per dolar AS.

Baca Juga: Rupiah terus menguat 0,12% di level Rp 14.011 per dolar AS

Rupiah menjadi salah satu dari tiga mata uang lainnya di Asia yakni yuan China yang menguat 0,12% dan pesso Filipina yang menguat 0,12%.

Sedangkan mayoritas mata uang regional melemah terhadap dolar AS pagi ini. Mata uang regional dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS pagi ini adlaah rupee India yang melemah 0,18%, dolar Singapura melemah 0,05%, dolar Taiwan melemah 0,04%, yen Jepang melemah 0,03%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama lainnya pagi ini ada di 98,07, menguat tipis dari sehari sebelumnya yang ada di 98,05.
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini Video Pilihan
Reporter: Azis Husaini
Editor: Azis Husaini
Artikel Asli

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.