Connect with us


Financial

Berikan fasilitas buka rekening via agen BRILink, BRI berharap segera dapat restu OJK

Published

on

Berikan fasilitas buka rekening via agen BRILink, BRI berharap segera dapat restu OJK

FINANCEROLL – PANGKALPINANG. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk menghadirkan layanan pembukaan rekening langsung secara digital via agen BRILink yang saat ini masih dalam tahap Focus Group Discussion (FGD) dan diujicoba di daerah Pangkal Pinang. Setelah proses ujicoba rampung, layanan ini akan bisa dinikmati seluruh masyarakat Indonesia setelah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nantinya, BRI akan mengandalkan agen BriLink sebagai agen inklusi keuangan BRI untuk melakukan pembukaan rekening simpanan berupa TabunganKu Basic Saving Account bagi masyarakat yang belum memiliki rekening formal di lembangan perbankan.
Baca Juga Hingga Juni, agen BRILink sudah catatkan transaksi sebesar Rp 331 triliun Agen Laku Pandai menopang kinerja bank pelat merah

Transaksi yang dilakukan agen BRILink saat ini rata-rata 1,6 juta transaksi per hari. Sedangkan transaksi di BRI ada 26 juta transaksi per hari. 
Atas pencapaian itu, BRI targetkan pertumbuhan transaksi BRILink sebesar 20% selama satu tahun dan dalam waktu lima tahun BRI targetkan rata-rata 3,5 juta transaksi per hari.

“Ini luar biasa peningkatan hampir dua kali lipat. dan itu kita bisa jamin karena nanti agen BRIlink ada dua. yang pertama, basis electronic data capture (EDC) dan ada juga berbasis mobile. basis mobile ini nanti pembukaan rekening seperti ini bisa dilakukan secara online maka kita berharap masyarakat dengan mudah siapapun yang mempunyai mobile Apps dan bisa mendaftarkan sebagai agen BRIlink itu bisa jadi tempat transaksi,” ujar Direktur jaringan dan Layanan BRI Osbal Saragih, kepada Kontan.co.id, Selasa (23/7).

Saat ini sudah ada 400.000 agen BRILink di seluruh Indonesia. Di Bangka sudah mencapai 1600, sedangkan di Belitung sebanyak 600.000 agen BRILink.

Pembukaan rekening sudah bisa dilakukan sekarang dengan menggunakan foto di KTP dan data Dukcapil itu sudah bisa bertransaksi di agen BRILink.

Kemudahan yang didapat dari BRIlink adalah, pertama masyarakat semakin mudah mengakses bank. Masyarakat dengan mudah datang kepada agen BRILink dimana yang berada. Kedua, juga memberikan kemudahan setoran pertama, enam bulan tidak bertransaksi pun masih aktif rekening ini.

BRI mengakui masih ada kekurangan, jadi harus mendapatkan izin dari OJK selaku regulator dan saat ini sedang mengurus bersama-sama dengan Kemenko Perekonomian agar bisa mempercepat izin ini. Osbal bilang, karena merupakan aktifitas dan layanan baru BRI baru nanti besar-besaran setelah izin itu kita dapatkan dari OJK.

“Kami hari ini telah berhasil membuka rekening secara digital dan online, kami berharap segera mendapat izin dari OJK karena ini projek kerjasama. dengan OJK dan kementerian perekonomian, jadi ini tinggal pengesahan saja,”jelasnya.
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Herlina Kartika Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Herlina Kartika Video Pilihan
Artikel Asli

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Financial

Sampai Juni 2019, Buana Finance mencatatkan pembiayaan multiguna sebesar Rp 1 triliun

Published

on

Sampai Juni 2019, Buana Finance mencatatkan pembiayaan multiguna sebesar Rp 1 triliun

FINANCEROLL – JAKARTA. Industri pembiayaan atau multifinance semakin gencar dalam aksinya menyalurkan pembiayaan multiguna di tahun ini. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan multiguna pada bulan Mei 2019 tercatat sebesar Rp 25,93 triliun meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 23,59 triliun.

Corporate Secretary PT Buana Finance Ted Suyani mengatakan, perusahaannya menargetkan pembiayaan multiguna tahun ini sebesar Rp 2,3 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 2,1 triliun.

Sampai Juni 2019, Buana Finance mencatatkan pembiayaan multiguna sebesar Rp 1 triliun, meningkat 2,04% periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 981 miliar. Adapun secara total, Buana Finance telah merealisasikan pembiayaan sebesar Rp 1,4 triliun sampai tengah tahun ini.

Baca Juga: Buana Finance ingin pendanaan luar negeri lebih murah dari lokal

“Hingga Juni 2019 Komposisinya mobil baru 23,4 % atau Rp 239,5 miliar dan mobil bekasnya 76,6% atau 785,5 miliar,”ujar Ted Suyani kepada Kontan.co.id, Selasa (30/7).

Hingga saat ini, Buana Finance fokus memberikan pembiayaan multiguna untuk kebutuhan di pembiayaan kendaraan bermotor roda empat baik kebutuhan investasi maupun konsumtif.

“Dari kebutuhan yang kita fokuskan untuk memberikan pembiayaan multiguna, di sektor pembiayaan kendaraan bermotor roda empat saat ini,” kata Ted Suyani.

Baca Juga: Multifinance catatkan peningkatan yang cukup signifikan dalam pembiayaan alat berat

Untuk memenuhi target tersebut perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi mulai dari strategi peningkatan kerja sama dengan dealer dan showroom mobil bekas. Selain itu peningkatan pelayanan dari sisi approval pembiayaan melalui teknologi dengan tidak meninggalkan faktor kehati-hatian.

“Beberapa KSKC yang baru di buka tahun 2018, di tahun 2019 ini diharapkan sudah bisa berkontribusi maksimal. Antara lain KSKC Bangka, Semarang (TVRI) dan Tangerang Kota,” katanya.
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Yudho Winarto Video Pilihan
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Yudho Winarto
Artikel Asli

Continue Reading

Financial

Sampai Juni 2019, pembiayaan multiguna Indosurya Finance mencapai Rp 245 miliar

Published

on

Sampai Juni 2019, pembiayaan multiguna Indosurya Finance mencapai Rp 245 miliar

FINANCEROLL – JAKARTA. Perusahaan pembiayaan semakin gencar menyalurkan pembiayaan multiguna di tahun ini. PT Indosurya Inti Finance juga tak mau kalah menggenjot bisnis di segmen ini.

Managing Director Indosurya Finance Mulyadi Tjung mengatakan, sampai Juni 2019, pembiayaan multiguna Indosurya Finance sebesar Rp 245 miliar atau turun 13% dari periode sama tahun lalu.

Baca Juga: Sampai Juni 2019, pembiayaan multiguna Mandiri Tunas Finance tumbuh sebesar 77,82%

Adapun total pembiayaan Indosurya Finance mencapai Rp 723 miliar hingga kuartal II 2019. “Dengan adanya pesta demokrasi di tahun 2019, khususnya di semester awal, kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan khususnya di sektor multiguna,” kata Mulyadi Tjung kepada Kontan.co.id, Selasa (30/7).

Indosurya Finance fokus memberikan pembiayaan multiguna untuk kebutuhan pembiayaan pembelian barang atau jasa yang bersifat konsumtif dan kebutuhan pada sektor real estate atau properti.

Baca Juga: OJK menyebut pembiayaan multiguna meningkat karena relaksasi aturan

Indosurya memproyeksikan pembiayaan multiguna tahun ini mencapai Rp 600 miliar. Jumlah ini meningkat 13% dibandingkan tahun 2018.

Untuk memenuhi target tersebut, multifinance ini telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya, perluasan coverage area, pengembangan produk dan program pemasaran, serta melakukan digitalisasi dan perbaikan proses bisnis.
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Komarul Hidayat Video Pilihan
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Komarul Hidayat
Artikel Asli

Continue Reading

Financial

Sampai Juni 2019, pembiayaan multiguna Mandiri Tunas Finance tumbuh sebesar 77,82%

Published

on

FINANCEROLL – JAKARTA.PT Mandiri Tunas Finance (MTF) semakin gencar menyalurkan pembiayaan multiguna di tahun 2019 ini.

Sampai Juni 2019 sendiri, MTF mencatatkan pembiayaan multiguna sebesar Rp 770 miliar atau meningkat 77,82 % dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang sebanyak Rp 433 miliar. 

Baca Juga: Permintaan naik, APPI yakin pembiayaan multiguna terus tumbuh hingga akhir tahun

Selama periode yang sama, MTF telah merealisasikan total pembiayaan sudah menembus Rp 13,5 triliun.

Direktur Pemasaran MTF Harjanto Tjitohardjojo mengatakan hingga saat ini, MTF fokus memberikan pembiayaan multiguna untuk beberapa kebutuhan di antaranya pendidikan, renovasi rumah, pernikahan, perjalanan, umrah dan kesehatan.

“Dari enam kebutuhan yang kita fokuskan untuk memberikan pembiayaan multiguna, sektor renovasi rumah dan modal usaha yang memiliki sektor paling besar,” ujar Harjanto kepada Kontan.co.id, Selasa (30/7).

Baca Juga: PNM sudah salurkan pembiayaan Rp 11,3 triliun sampai bulan Juli 2019

Mandiri Tunas Finance menargetkan pembiayaan multiguna tahun ini sebesar Rp 2 triliun. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun lalu yang hanya sebesar Rp 900 miliar.

Untuk memenuhi target, perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi mulai dari memperkuat dan mempermudah masyarakat untuk mengenal produk multiguna MTF dengan brandingCash Aja.

Selain itu perusahaan juga terlibat dalam pameran otomotif dan mengoptimalkan basis data di MTF dan Bank Mandiri, pembukaan cabang khusus multiguna di Surabaya (sebagai project awal), dan melengkapi struktur organisasi multiguna.

Baca Juga: Kejar target inklusi keuangan, OJK gelar Aksimuda 2019

Secara bersamaan, industri pembiayaan atau multifinancesemakin gencar dalam aksinya menyalurkan pembiayaan multiguna di tahun ini. 

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan multiguna bulan Juni 2019 tercatat sebesar Rp 31,2 triliun, naik 10,6% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 28,2 triliun.
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Tendi Video Pilihan
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Tendi
Artikel Asli

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.