Connect with us


Makro Ekonomi

Bappenas dorong peningkatan pekerja formal

Published

on

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mendorong peningkatan jumlah pekerja formal untuk mewujudkan kondisi ketenagakerjaan yang lebih baik.

“Yang paling penting adalah strategi untuk lebih banyak pekerja formal karena di situ ada jaminan ketenagakerjaan, gaji sesuai UMR, dan keselamatan kerja relatif diperhatikan oleh pemberi kerja,” kata Bambang dalam Forum Merdeka Barat 9 di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan jumlah pekerja formal adalah dengan mendorong formalisasi kegiatan ekonomi.

Rekomendasi kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah mendorong industri padat karya, misalnya melalui penyedian tenaga kerja di sektor tekstil dan garmen supaya menyerap tenaga kerja di sektor formal.

Di samping itu, Bambang menjelaskan bahwa pekerja sektor informal tetap merupakan bagian penting. Ia berharap jumlah pekerja formal yang lebih sedikit dari sektor informal tidak menjadi pola permanen dan menentukan penyerapan tenaga kerja.

Bambang juga menyebutkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap didorong untuk naik kelas atau formalisasi UMKM.

“Pemerintah menetapkan pajak UMKM turun 0,5 persen maksudnya supaya suatu saat mereka masuk ke sektor formal dan membayar pajak seperti perusahaan yang lain. Tenaga kerjanya juga akan mendapatkan perlindungan, upah, dan jaminan yang lebih baik,” ujar dia.

Menurut catatan BPS, penduduk bekerja pada kegiatan formal pada Agustus 2018 sebanyak 53,52 juta orang atau 43,16 persen dari jumlah penduduk bekerja 124,01 juta orang. Angka tersebut meningkat dibanding Agustus 2017 yang sebesar 52 juta (42,97 persen).

Sementara penduduk bekerja pada kegiatan informal sebanyak 70,49 juta orang atau 56,84 persen. Selama setahun terakhir, pekerja informal turun sebesar 0,19 persen poin dibandingkan Agustus 2017 (69,02 juta).

Sektor formal mencakup buruh, karyawan, dan berusaha dibantu buruh tetap. Sementara sektor informal mencakup berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas, dan pekerja tidak dibayar.

Baca juga: Bappenas sebut tercipta 2,99 juta kesempatan kerja tahun ini

 

Pewarta: Calvin Basuki
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Makro Ekonomi

Jokowi resmikan terminal baru Bandara Tjilik Riwut

Published

on

jokowi-bandara-palangka-raya

Palangka Raya (ANTARA) – Setelah sempat mengalami penundaan, akhirnya Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

"Kami harapkan bandara ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi di Kalteng," kata Jokowi di Palangka Raya, Senin.

Pembangunan terminal baru ini memerlukan waktu selama 4,5 tahun dan menghabiskan dana sekitar Rp700 miliar. Adapun dana yang digunakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jokowi menyebut, selain pembangunan terminal, dana tersebut juga digunakan untuk perpanjangan landasan pacu. Jika sebelumnya luas terminal lama hanya sekitar 5 ribu m2, maka kini menjadi 29 ribu m2.
  Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Gubernur Kalteng Sugianto Sabran (peci hitam) menyalakan sirine tanda diresmikannya terminal baru Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Senin, (8/4/2019). (FOTO ANTARA/Muhammad Arif Hidayat) "Yang jelas ini adalah persiapan mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang dan kargo yang berpotensi mengalami kenaikan di Kalteng," tuturnya.

Adanya terminal baru ini, diharapkan memacu pertumbuhan jumlah penumpang melalui Bandara Tjilik Riwut sebagai pintu gerbang Kalteng.

Untuk itu Pemprov Kalteng diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi di seluruh kabupaten/kota, guna mendongkrak jumlah penumpang dan penambahan rute penerbangan kedepannya.

Disinggung mengenai wacana pemindahan ibukota pemerintahan ke Palangka Raya, Jokowi enggan berkomentar banyak.

"Kajiannya sudah ada tapi belum diputuskan," jawabnya singkat.

Sementara itu target pembangunan di wilayah Kalteng masih akan dikaji lebih lanjut kedepannya.

Pewarta: Kasriadi/Muhammad Arif Hidayat
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019
Artikel Asli

Continue Reading

Makro Ekonomi

Jembatan Mahakam IV ditargetkan rampung Oktober

Published

on

kaltim_Jembatan_2

Samarinda (ANTARA) – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PU, Penataan Ruang dan Perum Rakyat) Kaltim menargetkan jembatan Mahakam IV atau jembatan kembar Samarinda akan selesai dan diresmikan penggunaannya pada bulan Oktober 2019.

"Saat ini terus dikebut pengerjaannya, mudahan bisa cepat tuntas dan segera diresmikan," kata Kepala Dinas PUPR Kaltim, Taufik Fauzi, Senin.

Meski demikian, Taufik enggan mengomentari tentang sanksi terhadap kontraktor yang tak selesaikan batas akhir pekerjaan jembatan pada 30 Maret 2019.

Ia ingin menunggu penyelesaian pekerjaan penyambungan jalan pendekat dengan bentang jembatan tersebut hingga batas waktu yang ditetapkan.

Menurut Taufik, penyelesaian jembatan Mahakam IV tersebut akan dilengkapi lampu tematik, railing (tiang sandaran jembatan) dan aspal jalan jembatan yang dianggarkan Rp 28 miliar pada APBD 2019.

"Ada lampu tematik. Kalau selesai girder (balok diantara dua penyangga berupa pier ataupun abutment pada suatu jembatan) akan dipasang railing. Kemudian aspal di sisi bentang tengah jembatan," ujar Taufik.

Taufik menegaskan anggaran untuk lampu tematik, aspal dan railing bukan bagian pembangunan jembatan Mahakam IV.

"Pekerjaan lampu tematik, aspal dan railing jembatan bagian terpisah pembangunan jembatan. Pekerjaan ini memang belum jalan dan belum diketahui pemenang kontraktornya," ujar Taufik.

Dinas PU, Penataan Ruang dan Perum Rakyat Kaltim akan mempelajari kontraktor yang mengajukan pekerjaan lampu tematik, aspal dan railing jembatan Mahakam IV. Termasuk kontraktor membangun jembatan seperti PT Waskita dan Pembangunan Perumahan (PP).

"Kita masih pelajari dulu penyelesaian bentang tengah jembatan. Karena masih ada pekerjaan sisa yang belum selesai," kata Taufik.

Pewarta: Arumanto
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019
Artikel Asli

Continue Reading

Makro Ekonomi

Petrokimia Gresik libatkan generasi milenial dorong potensi daerah

Published

on

20161125465bda7335967b2e2635e4e903f19069

Gresik, Jawa Timur (ANTARA) – PT Petrokimia Gresik melibatkan generasi milenial dalam mendorong potensi daerah melalui sejumlah kegiatan, salah satunya dengan program BUMN Goes to Campus (BGTC).

Manager Humas PG Muhammad Ihwan dalam keterangan persnya yang diterima di Gresik, Senin mengatakan BGTC merupakan bentuk BUMN Hadir Untuk Negeri, sekaligus memperingati HUT ke-21 Kementerian BUMN.

"Kementerian BUMN melihat besarnya potensi generasi milenial dalam bidang industri kreatif. Melalui perusahaan BUMN, Kementerian BUMN menggelar program Kelas Kreatif yang dikemas secara ringan dan berbobot sebagai bentuk kontribusi perusahaan BUMN dalam mengembangkan potensi anak muda di berbagai daerah," katanya.

Sementara untuk Petrokimia, kata Ihwan, sebelumnya telah menggelar Kelas Kreatif di kampus Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang.

"Dalam pelaksanaannya, kami menggandeng mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip dan Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Udinus dengan melibatkan total lebih dari 350 anak muda," katanya.

Di kampus itu, kata Ihwan, dibuat satu kelas dengan tema kegiatan “Kopi Gak Pakai Tapi” dengan narasumber Adik Yusub, roaster dari Robbery Coffee serta Barista dari Jendela Coffee Brewers.

Sedangkan di Udinus, Kelas Kreatif mengambil tema “Creative Day : Millenial Start Your Creative Moment” dan membuka lima kelas, yaitu Kelas Kopi, Kelas Cokelat, Kelas Florist, Kelas Enceng Gondok, dan Kelas Mangrove. Adapun narasumbernya adalah Faried Sudrajat Headbar Semasa Kopi, Fenya Manager Gallerys Chocolate, Tenty Setyowati pemilik COFRE (Coup De Foundre), Team Bengok Craft, dan Cahyadi Adi pemilik Batik Mangrove.

"Kami ingin memberi motivasi, serta tips dan trik dalam menjalankan usaha kreatif kepada milenial melalui narasumber yang juga pelaku usaha industri kreatif berpengalaman dan sangat berkompeten di bidangnya," katanya.

Ia berharap, dengan kegiatan seperti itu para milenial di daerah bisa mengembangkan industri kreatif berbasis potensi daerah, melalui kreatifitas yang diasah sedini mungkin.

"Karena ekonomi kreatif merupakan salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional, terlebih dengan dukungan e-commerce yang sudah sangat digemari oleh generasi milenial," katanya.

Ia mengatakan, apabila ini bisa dijalankan akan ada sebuah potensi besar dan perekonomian daerah berjalan, dan membuka lapangan kerja, serta mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah.

Baca juga: Petrokimia Gresik sosialisasikan teknologi pemupukan kepada Babinsa
Baca juga: Petrokimia Gresik libatkan warga peringati bulan K3 nasional

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019
Artikel Asli

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.