AS ‘Kasihan’ Mata Uang China Terus Terperosok
Ekonomi Global

AS ‘Kasihan’ Mata Uang China Terus Terperosok

Jakarta, Financeroll — Amerika Serikat (AS) mengaku prihatin terhadap China dengan kondisi pelemahan mata uang mereka. Kemarin, yuan China tercatat turun 165 poin menjadi 6,8957 terhadap dolar AS.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menuduh China sudah memanipulasi mata uang mereka agar mendapatkan uluran tangan AS di tengah ketidakseimbangan perdagangan yang dialami China akibat perang dagang.

“Kami terus memantau perkembangan renminbi (RMB). Kami tetap prihatin tentang depresiasi RMB baru-baru ini,” terang pejabat senior di Departemen Keuangan AS, mengutip AFP, Selasa (9/10).

Sumber tersebut menilai China telah berpaling dari kebijakan yang lebih besar yang berorientasi pasar. China disebutnya terus-menerus menggantungkan diri pada mekanisme non-pasar yang berdampak pada lingkungan ekonomi dan perdagangan makro.

Kendati demikian, AS belum berencana menemui China. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin diketahui tidak memiliki jadwal pertemuan dengan China pada Pertemuan Tahunan IMF-World Bank di Bali, pekan ini. China yang akan diwakili Liu He, Wakil Perdana Menteri-nya, disebut-sebut tidak menghadiri acara tahunan IMF-World Bank.

Sementara itu, Mnuchin akan mengadakan pertemuan bilateral dengan banyak rekan-rekannya sesama anggota G7 dan G20, dimana China tercatat sebagai anggota kedua kelompok tersebut.

Tadinya, para pejabat China akan melakukan pembicaraan untuk menyelesaikan selisih dagang antara kedua negara di Washington DC, AS, akhir bulan lalu. Namun, Beijing membatalkan pertemuan setelah Trump menjatuhkan tarif US$200 miliar untuk barang-barang China.

“Kami telah membuat pandangan kami jelas untuk China. Jika mereka siap untuk diskusi tentang memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan dan masalah struktural yang kita miliki, maka kami bersedia untuk berbicara dengan mereka,” imbuh pejabat AS lainnya.

Yuan China telah jatuh selama berminggu-minggu terhadap dolar AS. Dalam enam bulan terakhir, yuan China melorot sembilan persen. Sementara, dolar AS menguat 4 persen di tahun ini ditopang oleh kenaikan suku bunga The Fed. (Hidayat)

Sumber Berita : CnnIndonesia.com

Leave a Comment