Connect with us


Financial

APPI: Penurunan pembiayaan sektor UKM bulan Juni karena lemahnya daya beli

Published

on

APPI: Penurunan pembiayaan sektor UKM bulan Juni karena lemahnya daya beli

FINANCEROLL – JAKARTA. Industri pembiayaan atau multifinance mengalami penurunan dalam pembiayaan sektor usaha kecil menengah (UKM) di bulan Juni 2019 secara year on year (yoy).

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Juni 2019 mencatatkan pembiayaan pada sektor UMKM sebesar Rp 70,4 triliun, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 74,1 triliun. Artinya secara tahunan mengalami penurunan sebesar 5,25%.

Baca Juga: Bisnis pembiayaan elektronik di Indonesia memiliki prospek yang cerah

Kepala Departemen Pengawasan IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W. Budiawan menyatakan penurunan ini disebabkan oleh berapa hal. Pada Juni 2019 terdapat 109 perusahaan pembiayaan untuk UMKM atau menurun sebanyak enam perusahaan pembiayaan (PP).

Jumlah tersebut sama seperti bulan Mei lalu. Kontribusi utama yang menyebabkan pembiayaan Perusahaan Pembiayaan ke sektor UKM menurun ada tiga faktor, yaitu perubahan strategi bisnis sebesar 20%, proses pengambilan kepemilikan atau merger 30%, cabut izin usaha 50% sehingga penjualan pembiayaannya menurun.

Baca Juga: Kejar target pembiayaan, WOM Finance gelar undian WOMBASTIS

Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menilai, penurunan dalam pembiayaan sektor UKM di bulan Juni 2019 bukan disebabkan oleh perubahan strategi bisnis dan merger.

“Penurunan ini disebabkan karena daya beli masyarakat lagi menurun dan pada akhirnya berdampak pada UKM juga dirasakan, apalagi di bulan Juni ada libur lebaran,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (29/7).

Baca Juga: Catat, Delapan Perusahaan Multifinance Tidak Bisa Penuhi Modal Rp 100 Miliar

Meski demikian, Suwandi berharap hingga akhir tahun tidak terus mengalami penurunan. Pembiayaan sektor UKM akan membaik.
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Yudho Winarto Video Pilihan
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Yudho Winarto
Artikel Asli

Financial

Sampai Juni 2019, Buana Finance mencatatkan pembiayaan multiguna sebesar Rp 1 triliun

Published

on

Sampai Juni 2019, Buana Finance mencatatkan pembiayaan multiguna sebesar Rp 1 triliun

FINANCEROLL – JAKARTA. Industri pembiayaan atau multifinance semakin gencar dalam aksinya menyalurkan pembiayaan multiguna di tahun ini. Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan multiguna pada bulan Mei 2019 tercatat sebesar Rp 25,93 triliun meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 23,59 triliun.

Corporate Secretary PT Buana Finance Ted Suyani mengatakan, perusahaannya menargetkan pembiayaan multiguna tahun ini sebesar Rp 2,3 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 2,1 triliun.

Sampai Juni 2019, Buana Finance mencatatkan pembiayaan multiguna sebesar Rp 1 triliun, meningkat 2,04% periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 981 miliar. Adapun secara total, Buana Finance telah merealisasikan pembiayaan sebesar Rp 1,4 triliun sampai tengah tahun ini.

Baca Juga: Buana Finance ingin pendanaan luar negeri lebih murah dari lokal

“Hingga Juni 2019 Komposisinya mobil baru 23,4 % atau Rp 239,5 miliar dan mobil bekasnya 76,6% atau 785,5 miliar,”ujar Ted Suyani kepada Kontan.co.id, Selasa (30/7).

Hingga saat ini, Buana Finance fokus memberikan pembiayaan multiguna untuk kebutuhan di pembiayaan kendaraan bermotor roda empat baik kebutuhan investasi maupun konsumtif.

“Dari kebutuhan yang kita fokuskan untuk memberikan pembiayaan multiguna, di sektor pembiayaan kendaraan bermotor roda empat saat ini,” kata Ted Suyani.

Baca Juga: Multifinance catatkan peningkatan yang cukup signifikan dalam pembiayaan alat berat

Untuk memenuhi target tersebut perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi mulai dari strategi peningkatan kerja sama dengan dealer dan showroom mobil bekas. Selain itu peningkatan pelayanan dari sisi approval pembiayaan melalui teknologi dengan tidak meninggalkan faktor kehati-hatian.

“Beberapa KSKC yang baru di buka tahun 2018, di tahun 2019 ini diharapkan sudah bisa berkontribusi maksimal. Antara lain KSKC Bangka, Semarang (TVRI) dan Tangerang Kota,” katanya.
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Yudho Winarto Video Pilihan
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Yudho Winarto
Artikel Asli

Continue Reading

Financial

Sampai Juni 2019, pembiayaan multiguna Indosurya Finance mencapai Rp 245 miliar

Published

on

Sampai Juni 2019, pembiayaan multiguna Indosurya Finance mencapai Rp 245 miliar

FINANCEROLL – JAKARTA. Perusahaan pembiayaan semakin gencar menyalurkan pembiayaan multiguna di tahun ini. PT Indosurya Inti Finance juga tak mau kalah menggenjot bisnis di segmen ini.

Managing Director Indosurya Finance Mulyadi Tjung mengatakan, sampai Juni 2019, pembiayaan multiguna Indosurya Finance sebesar Rp 245 miliar atau turun 13% dari periode sama tahun lalu.

Baca Juga: Sampai Juni 2019, pembiayaan multiguna Mandiri Tunas Finance tumbuh sebesar 77,82%

Adapun total pembiayaan Indosurya Finance mencapai Rp 723 miliar hingga kuartal II 2019. “Dengan adanya pesta demokrasi di tahun 2019, khususnya di semester awal, kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan khususnya di sektor multiguna,” kata Mulyadi Tjung kepada Kontan.co.id, Selasa (30/7).

Indosurya Finance fokus memberikan pembiayaan multiguna untuk kebutuhan pembiayaan pembelian barang atau jasa yang bersifat konsumtif dan kebutuhan pada sektor real estate atau properti.

Baca Juga: OJK menyebut pembiayaan multiguna meningkat karena relaksasi aturan

Indosurya memproyeksikan pembiayaan multiguna tahun ini mencapai Rp 600 miliar. Jumlah ini meningkat 13% dibandingkan tahun 2018.

Untuk memenuhi target tersebut, multifinance ini telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya, perluasan coverage area, pengembangan produk dan program pemasaran, serta melakukan digitalisasi dan perbaikan proses bisnis.
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Komarul Hidayat Video Pilihan
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Komarul Hidayat
Artikel Asli

Continue Reading

Financial

Sampai Juni 2019, pembiayaan multiguna Mandiri Tunas Finance tumbuh sebesar 77,82%

Published

on

FINANCEROLL – JAKARTA.PT Mandiri Tunas Finance (MTF) semakin gencar menyalurkan pembiayaan multiguna di tahun 2019 ini.

Sampai Juni 2019 sendiri, MTF mencatatkan pembiayaan multiguna sebesar Rp 770 miliar atau meningkat 77,82 % dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang sebanyak Rp 433 miliar. 

Baca Juga: Permintaan naik, APPI yakin pembiayaan multiguna terus tumbuh hingga akhir tahun

Selama periode yang sama, MTF telah merealisasikan total pembiayaan sudah menembus Rp 13,5 triliun.

Direktur Pemasaran MTF Harjanto Tjitohardjojo mengatakan hingga saat ini, MTF fokus memberikan pembiayaan multiguna untuk beberapa kebutuhan di antaranya pendidikan, renovasi rumah, pernikahan, perjalanan, umrah dan kesehatan.

“Dari enam kebutuhan yang kita fokuskan untuk memberikan pembiayaan multiguna, sektor renovasi rumah dan modal usaha yang memiliki sektor paling besar,” ujar Harjanto kepada Kontan.co.id, Selasa (30/7).

Baca Juga: PNM sudah salurkan pembiayaan Rp 11,3 triliun sampai bulan Juli 2019

Mandiri Tunas Finance menargetkan pembiayaan multiguna tahun ini sebesar Rp 2 triliun. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun lalu yang hanya sebesar Rp 900 miliar.

Untuk memenuhi target, perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi mulai dari memperkuat dan mempermudah masyarakat untuk mengenal produk multiguna MTF dengan brandingCash Aja.

Selain itu perusahaan juga terlibat dalam pameran otomotif dan mengoptimalkan basis data di MTF dan Bank Mandiri, pembukaan cabang khusus multiguna di Surabaya (sebagai project awal), dan melengkapi struktur organisasi multiguna.

Baca Juga: Kejar target inklusi keuangan, OJK gelar Aksimuda 2019

Secara bersamaan, industri pembiayaan atau multifinancesemakin gencar dalam aksinya menyalurkan pembiayaan multiguna di tahun ini. 

Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan multiguna bulan Juni 2019 tercatat sebesar Rp 31,2 triliun, naik 10,6% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 28,2 triliun.
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Tendi Video Pilihan
Reporter: Ahmad Ghifari
Editor: Tendi
Artikel Asli

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.