Analis: Harga timah memanas akibat perang dagang
Investasi

Analis: Harga timah memanas akibat perang dagang

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun ini sepertinya menjadi momentum bagi timah. Pasalnya sejak awal tahun ini harga komoditas ini berhasil berada di level US$ 20.000 per metrik ton. Bahkan pencapaiannya hari ini membuat timah berada dalam posisi tertinggi selama 2019.

Mengutip Bloomberg pada Jumat (15/2) harga timah sebesar US$ 21.200 per metrik ton. Angka ini tumbuh 1,43% atau sekitar US$ 20.900 per metrik ton pada hari sebelumnya. Bahkan dalam periode year to date(ytd) tumbuh 8,85% atau sekitar US$ 19.475 per metrik ton pada penutupan perdagan tahun lalu.
Baca Juga MNC Sekuritas: IHSG berpeluang rebound pada perdagangan awal pekan ini Neraca dagang Januari 2019 defisit US$ 1,16 miliar, terdalam sejak 2014 Simak rekomendasi saham HMSP, TINS, dan MEDC Setelah catat harga tertinggi, timah diproyeksi memasuki tren bearish

Senior Riset dan Analis Asia Trade Points Futures, Cahyo Dewanto menilai kenaikkan harga timah hari ini tidak lepas dari progres perundingan dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang semakin dekat dengan tenggat waktu kesepakatan yakni 1 Maret. Percekcokan tarif impor kedua belah negara di pekan ini kembali digelar di Washington Dc, AS. Ini justru menekan dollar AS dan mengangkat harga logam,termasuk Timah.

Presiden AD, Donald Trump berkomentar bahwa kesepakatan perdagangan dengan China mendekati kesepakatan. Di mana dia bermaksud memperpanjang batas waktu sebelumnya sebagai batas mulainya penetapan tarif impor China senilai US$ 200 miliar.

Di sisi lain, data trade balance China menunjukkan percapaian yang positif. Data neraca perdagangan negara Tirai Bambu surplus 271 miliar yuan atau di atas ekspektasi di 241miliar yuan.

“Artinya secara jangka pendek masih positif, walau jangka panjang product domestic bruto (PDB) China agak menurun,” kata Cahyo kepada Kontan, Senin (18/2). Ia menambahkan jika perundingan dagang berjalan sesuai kesepakatan bersama maka perusahan dalam sektor otomotif atau properti yang menggunakan bahan baku timah juga akan meningkat, demikian sebaliknya.

Sementara, sebagai salah satu produsen timah terbesar di dunia, kinerja timah di Indonesia semakin baik. Cahyo menilai laporan kinerja keuangan PT. Timah Tbk bergerak naik yang mana menjadi tolak ukur bagi pertumbuhan timah domestik. Ini diimbangi dengan permintaan dari sektor otomotif dan properti.

Secara teknikal ia mengamati indikator moving average (MA) 50, MA 100, dan MA 200 berada di atas garis acuan yang mengindikasikan beli. Relative strength index (RSI) 14 menguat beli. Moving average convergance divergance(MACD) berkerak di level 12,26 mengindikasikan beli. Sedangkan stochastik bergerak ke area 9,6 indikasinya jual.

Makanya ia merekomendasikan untuk beli timah. Cahyo meramal besok timah masih bergerak menguat di kisaran harga US$ 21.150-US$ 21.210 per metrik ton. Sementara dalam sepekan kedepan diprediksi berada di level US$ 21.150-US$ 21.550 per metrik ton Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Yoyok
Reporter: Yusuf Imam Santoso
Editor: Yoyok Video Pilihan

Leave a Comment

Ryquell Armstead Womens Jersey