Connect with us


Pasar Uang

Akibat Alasan Ini, Dolar Singapura Pukul Rupiah Pagi Ini

Published

on

financeroll

Jakarta, CNBC Indonesia – Jelang pengumuman neraca perdagangan Indonesia Agustus 2018, Rupiah melemah di hadapan dolar Singapura pagi ini. Hal itu didorong ekspektasi neraca perdagangan akan kembali defisit.

Pada Senin (17/8/2018), pukul 09:09 WIB, SG$ 1 pada pasar spot ditransaksikan di Rp 10.794,79. Rupiah melemah 0,24 % dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia memperkirakan, Indonesia akan mengalami defisit sebesar US$ 645 juta. Sementara, konsensus yang dihimpun oleh Reuters sebesar US$ 680 juta .

Angka itu memang lebih kecil dibandingkan defisit yang didapat pada Juli sebesar US$ 2,03 miliar. Namun, kinerja perdagangan yang masih defisit masih menumbuhkan pandangan negatif di mata investor. Di pihak lain, kinerja perdagangan Singapura justru sebaliknya.

Rilis data Statistic of Singapore melaporkan, Negeri Merlion meraih surplus hingga SG$ 6,75 miliar, jika di kurs dalam dolar AS sekitar US$ 9,29 miliar ( 1 SG$= US$ 1,3747). Aliran devisa yang masuk ke Singapura menjadi penilaian positif di mata investor, perekonomian Negeri Singa pun diperkirakan lebih tahan terhadap risiko eksternal dibandingkan Indonesia. Kondisi ini ikut berpengaruh terhadap pergerakan mata uang antar kedua negara.

Akibat pelemahan yang ada, harga jual dolar Singapura di beberapa bank nasional bertahan di atas Rp 10.900/US$. Berikut data kurs dolar Singapura di empat bank utama nasional hingga pukul 09:20 WIB: (Fauzan Al Fansuri )

Sumber : cnbcindonesia.com

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Pasar Uang

Rupiah kembali melemah tembus Rp14.919

Published

on

rupiah-terhimpit

Continue Reading

Pasar Uang

Perdagangan Diperkirakan tekor, Rupiah Dilibas Yuan

Published

on

yuan_financeroll_02

Jakarta, CNBC Indonesia- Jelang pengumuman neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018, Rupiah tertekan di hadapan mata uang global termasuk yuan. Proyeksi defisit perdagangan menyebabkan mata uang garuda lesu.

Pada Senin (17/9/2018), pukul 09:39 WIB, CNY 1 di pasar spot ditransaksikan di Rp 2.162,94. Rupiah melemah 0,41% dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu. Konsensus yang dihimpun oleh CNBC Indonesia memperkirakan, Indonesia akan mengalami defisit sebesar US$ 645 juta. Sementara, konsensus yang dihimpun oleh Reuters sebesar US$ 680 juta.

Angka itu memang lebih kecil dibandingkan defisit yang didapat pada bulan Juli sebesar US$ 2,03 miliar. Namun, kinerja perdagangan yang masih defisit masih menumbuhkan pandangan negatif di mata investor.

Di pihak lain, kinerja perdagangan Negeri Tirai Bambu justru sebaliknya. Rilis data Otoritas Bea Cukai memperlihatkan China meraih surplus hingga US$ 27,91 miliar. Aliran devisa yang mengalir deras masuk ke Negeri Panda menjadi penilaian positif di mata investor.

Perekonomian China pun diperkirakan lebih tahan menghadapi risiko eksternal dibandingkan Indonesia.

Selain itu, pencapaian positif ini memperlihatkan friksi perang dagang yang dialami dengan Amerika Serikat (AS) tidak terlalu berpengaruh kinerja perdagangan negara tersebut. Hal itu ikut memberikan sentimen penguatan terhadap yuan di hadapan rupiah. ( Fauzan Al Fansuri )

Sumber : cnbcindonesia.com

Continue Reading

Pasar Uang

Bank Sentral China Perkuat Yuan, Rupiah Langsung Terkulai

Published

on

yuan_financeroll_02

Jakarta, CNBC Indonesia – Pagi ini, kurs rupiah terkulai di hadapan mata uang yuan. Intervensi bank sentral China yang memperkuat kurs tengah yuan, berdampak kepada penguatan mata uang tersebut terhadap mata uang global termasuk rupiah.

Pada Kamis (13/9/2018), pukul 09:36 WIB, CNY 1 di pasar spot ditransaksikan di Rp 2.161,31. Rupiah melemah 0,10% dibandingkan perdagangan kemarin.

Bank sentral China/The People’s Bank of China (PBoC) memperkuat kurs tengah yuan, dari sebelumnya CNY 6,8546 ke 6,8488. Kebijakan ini ditengarai untuk meredam ketegangan perang dagang antara Negeri Tirai Bambu dengan Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, AS berencana mengenakan bea masuk tambahan bagi produk impor dari China. Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan kepada para jurnalis, akan tetap bersikap tegas kepada China. “AS akan mengambil sikap yang sangat tegas terhadap China dalam hal perdagangan,” cetusnya dalam konferensi pers menyikapi Badai Florence, dikutip dari Reuters.

Trump berencana akan mengenakan bea masuk tambahan sebesar US$ 200 miliar. Belum cukup, Trump berencana mengenakan tambahan bea masuk sebesar US$ 267 miliar. China pun tidak tinggal diam. Negeri Panda mengadukan sikap AS tersebut ke World Trade Organization (WTO). Mereka meminta izin untuk mengenakan bea masuk bagi produk-produk made in USA.

Namun, angin segar mulai berhembus. AS sedang dalam proses mengajukan putaran perundingan baru dengan China dalam waktu dekat, kata beberapa sumber kepada CNBC. Sembari menunggu pertemuan tersebut, PboC melakukan intervensi agar yuan menguat. Penguatan mata uang tersebut akan menyebabkan ekspor China ke AS tidak kompetitif. Hal ini bisa meredakan ketegangan yang ada.

Sementara itu, pelemahan yang terjadi menyebabkan harga jual yuan bertahan di atas Rp 2.200/yuan. Berikut data perdagangan di tiga bank nasional terbesar hingga pukul 09:50 WIB (Fauzan)

Sumber :  CNBC Indonesia

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 Zox News Theme. Theme by MVP Themes, powered by WordPress.