Financial

AFPI: fintech lending siap masuk ke sektor produktif di semester II 2019

FINANCEROLL – JAKARTA.Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) fintech lendingper Desember 2018 sebesar 1,45%. Sementara hingga Juni 2019 TWP90 ada di angka 1,75%.

Menanggapi data tersebut, Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas AFPI Tumbur Pardede menjelaskan kenaikan tingkat NPL fintech lendingselama semester I-2019 ini disebabkan karena adanya penyesuaian scoring enginedi beberapa platform lending. 

Baca Juga: UangTeman catat tingkat wanprestasi 90 hari sebesar 95,86% di bulan Juli

Penyesuaian ini berkaitan dengan pembatasan akses ke HP calon peminjam. Per Mei sampai Juni kemarin, platform fintech lendingtelah menemukan cara baru untuk melakukan screeningke calon peminjamnya.

Tumbur menjelaskan secara akumulatif penyaluran dana lebih banyak ke sektor produktif. NPL lendingke sektor produktif juga masih di bawah 2%. 

Dirinya juga memberi gambaran, penyaluran ke sektor produktif memang biasanya lebih closeekosistem, jadi tidak terlalu close to public. 

Baca Juga: OJK menyebut pembiayaan multiguna meningkat karena relaksasi aturan

Biasanya, platform produktif memiliki jenis pinjamannya lebih spesifik, misalnya khusus sektor pertanian, perikanan, atau sektor peternakan, pedagang, dan UMKM.

Menyongsong semester II-2019 ini, Tumbur optimis penyelenggara fintech lendingakan lebih banyak melakukan ekspansi ke sektor produktif. 

Dia mengatakan bahwa mitigasi resiko di bisnis produktif lebih terukur dari bisnis prosesnya, tetapi prosesnya memang lebih lambat.

Baca Juga: Modalku klaim tingkat gagal bayar di platformnya masih di bawah 1%

Menambahi hal itu, pihaknya menjelaskan bahwa pemberi pinjaman atau lendermemiliki riskprofil yang berbeda-beda. Di antara mereka ada pemberi pinjaman yang mau memberi riskprofil tinggi, harapannya tentu mereka mendapatkan returnyang tinggi juga.

AFPI juga memaparkan di semester II-2019 ini, 113 platform fintech lendingtelah siap meningkatkan penyaluran uangnya. 

“Tidak lama lagi Pusat Data Fintech Lending(Pusdafil) juga akan resmi beroperasi. Hal ini sangat membantu untuk menekan angka TWP fintech lending,” ungkap dia.

Baca Juga: Banyak kasus, tingkat kepercayaan terhadap fintech menciut
Reporter: Agustinus Respati
Editor: Tendi Video Pilihan
Reporter: Agustinus Respati
Editor: Tendi
Artikel Asli

Related posts

Bank Panin patok pertumbuhan kredit setinggi 8% tahun ini

kontan.co.id

Dorong penyelamatan, OJK carikan peluang bisnis affinity untuk AJB Bumiputera

kontan.co.id

Kredit multiguna menopang kredit konsumsi Bank Jatim di awal tahun

kontan.co.id

Leave a Comment