Connect with us

KOMODITI

Harga Minyak Tergelincir Konflik Arab Saudi dan Iran

Published

on

Photo: Istimewa

FINANCEROLL.COM, Jakarta -- Harga minyak mentah dunia tergelincir pada penutupan perdagangan Selasa (7/11), setelah sempat mencetak rekor tertingginya sejak Juli 2015 pada perdagangan Senin.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$0,58 atau sekitar 0,9 persen menjadi US$63,69 per barel. Padahal pada Senin kemarin berhasil meningkat hingga 3,5 persen.

Sementara harga minyak mentah Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI) turun US$0,15 atau 0,3 persen menjadi US$57,2 per barel.

Sentimen pelemahan harga minyak berasal dari ketegangan antara sesama anggota Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC), yaitu Arab Saudi dan Iran.

Ketegangan terjadi lantaran koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi gerakan Houthi di Yaman menuding bahwa Iran perlu bertanggung jawab atas konflik di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir mengatakan, negaranya berhak mengambil tindakan bertentangan dengan Iran.

Analis melihat, bila ketegangan antara Arab Saudi dan Irak terjadi, maka akan mempengaruhi komitmen mereka dalam OPEC yang akan meneruskan perpanjangan pembatasan produksi minyak selepas Maret 2018.

"Arab Saudi rasanya benar-benar akan melawan Iran. Di satu sisi, ini meningkatkan tingkat risiko geopolitik global. Namun, juga meningkatkan kesulitan untuk mempertahankan konsensus OPEC," ujar Olivier Jakob, analis strategi Petromatrix.

Sementara, OPEC tengah berusaha menggalang dukungan dari negara-negara lain yang saat ini tidak masuk ke dalam OPEC. Misalnya, Arab Saudi mengajak Brasil, salah satu produsen minyak utama di kawasan Amerika Latin. Namun, dikabarkan bahwa Brasil telah menolaknya.

Bujukan ke beberapa negara Non OPEC itu akan dilakukan lagi pada pertemuan di Wina, Austria pada 30 November mendatang. Namun, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo enggan menyebut negara-negara yang dimaksud.

Sentimen lain yang masih mempengaruhi harga minyak dunia ialah tindakan keras dari kerajaan Arab Saudi yang mendirikan komite anti korupsi. Komite ini dipimpin oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Komite kemudian menangkap belasan pangeran, empat menteri yang tengah menjabat, dan puluhan mantan menteri karena diduga melakukan korupsi. (gir) [CNNINDONESIA.COM]

Dia adalah jurnaslis senior khusus di bidang polhukam dan ekonomi

Trending Business