Connect with us

INTERNASIONAL

Konspirasi perang bitcoin antarnegara

Published

on

Photo: Istimewa

FINANCEROLL.COM, CHINA. Seorang analis keuangan asal China, Xiao Lei, baru saja menerbitkan sebuah artikel "konspiratif" tentang bitcoin. Sontak tulisannya segera mengundang sorotan masyarakat bitcoin dunia, pro maupun kontra.

Lei mengawali tulisannya dengan menyitir ucapan Henry Kissinger, mantan Menteri Luar Negara Amerika Serikat (AS) yang terkenal: "Siapa pun yang mengendalikan minyak mengendalikan semua bangsa, siapa pun yang mengendalikan makanan akan mengendalikan manusia."

Namun demikian Lei menganggap nilai strategis minyak dan biji-bijian sebagai komoditas "pengendali dunia" tidak terlalu signifikan lagi. Di zaman ini permainan antar negara telah memasuki bidang virtual.

Persaingan memperoleh seigniorage (keuntungan negara yang berasal dari selisih nilai nominal dan biaya penerbitan matauang) telah meningkat ke ranah digital. Persaingan negara-negara untuk mengontrol bitcoin telah meningkat secara bertahap dari semula sekadar sebagai penonton menjadi aktor di panggung.

Pada sore hari penutupan dua bursa bitcoin China terakhir, tulis Xiao Lei, Chicago Board of Trade of United States mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan instrumen future bitcoin di kuartal IV 2017.

Peristiwa itu Lei pandang bukan kebetulan semata. Dia melihat bagaimana negara-negara memandang dan memanfaatkan bitcoin telah menjadi puncak dari semua cerita.

Dengan puitis Xiao Lei menyebut bahwa di dunia ini, hanya waktu saja tidak akan berbohong. Kapan sesuatu berlangsung, bukan kebohongan.

Banyak orang mungkin berpikir bahwa hanya ada orang-orang di lingkaran bitcoin yang menganggap hal-hal ini sebagai sesuatu yang penting. Banyak orang bahkan tidak tahu tentang bitcoin sama sekali. Apa perlu merka peduli dengan hal-hal seperti ini?

Faktanya, Lei mengingatkan, pada Juni 2016 lalu kapitalisasi pasar bitcoin baru 10 miliar dolar A.S. Dalam waktu kurang dari satu setengah tahun, nilainya telah meningkat hampir 120 miliar dolar A.S. dan melonjak lebih dari sepuluh kali lipat.

Jika Anda mengikuti tren saat ini, lanjut Lei, suatu hari nanti Anda akan mendapati bahwa pemegang bitcoin dan orang yang tidak memiliki bitcoin akan berada di dua kelas sosial yang berbeda.

Investor selalu khawatir apakah investasi bitcoin benar-benar bisa menghasilkan uang.

"Tetapi jika saya berdiri dalam perspektif sebuah negara, saya akan bertanya-tanya apakah bitcoin dapat digunakan oleh saya atau tidak? Apakah ada beberapa faktor yang tidak menguntungkan saya di masa depan? Membuat saya tidak dapat mengontrol? Bagaimana melakukan dan sebagainya," begitu tulisnya di media ini.[KONTAN.CO.ID}

Dia adalah jurnaslis senior khusus di bidang polhukam dan ekonomi

Trending Business