Connect with us

PERBANKAN

KPR bank besar kian mekar

Published

on

Photo: Istimewa

FINANCEROLL.COM, JAKARTA. Kelompok bank besar kian gencar menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR). Setidaknya, ada empat bank papan atas yang mencatat pertumbuhan KPR melebihi rata-rata pertumbuhan kredit perumahan perbankan.

Berdasarkan data uang beredar oleh Bank Indonesia (BI), segmen kredit pemilikan rumah dan kredit pemilikan apartemen (KPA) tumbuh 10,6% atau menjadi Rp 393,8 triliun per September 2017. Angka ini naik sedikit dibandingkan pertumbuhan 10,4% di Agustus 2017.

Salah satunya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang menyalurkan KPR hingga Rp 78,83 triliun per kuartal III-2017. Nilai kredit tersebut meningkat 26,8% dibandingkan di kuartal III-2016.

Executive Vice President Consumer Loan Business BCA Felicia M. Simon mengatakan, KPR memiliki potensi untuk terus tumbuh dalam jangka panjang. Saat ini, BCA mencatat pangsa pasar KPR dan KPA sekitar 19% terhadap total penyaluran kredit bank tersebut.

Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat KPR tumbuh 12,1% menjadi Rp 26,50 triliun di kuartal III-2017. Bank berkode saham BNGA ini memiliki pangsa pasar KPR 6,7% terhadap keseluruhan kredit perumahan.

Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan, kebutuhan perumahan yang selalu ada membuat bisnis KPR masih akan meningkat. BNGA mencatat volume permintaan kredit naik 65% per saat ini.

"Kami berharap KPR tumbuh dua digit hingga akhir tahun ini," ujarnya kepada KONTAN, Senin (30/10). Untuk mencapai target, CIMB Niaga akan memperkuat kerjasama dengan pengembang, aktif melakukan cross selling dengan nasabah yang sudah ada atau eksisting dan perbaikan proses KPR.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sebagai pemain besar kredit perumahan juga optimistis KPR akan tumbuh tinggi. BTN mencatat penyaluran KPR hingga Rp 134,31 triliun per kuartal III-2017. Angka ini naik 21,17% dibandingkan periode sama 2016 yang senilai Rp 110,85 triliun.

Direktur BTN Oni Febriarto mengatakan, properti merupakan sektor yang potensial hingga tahun-tahun mendatang. "Targetnya, KPR mampu tumbuh 21%–22% hingga akhir ini," katanya.

Dari sisi porsi, KPR subsidi berkontribusi 50,88% terhadap penyaluran KPR. Sedangkan, KPR non-subsidi menyumbang 49,12% dari keseluruhan KPR yang disalurkan BTN.

Selanjutnya, ada PT Bank Mandiri Tbk yang mencatat kenaikan KPR sebesar 15,33% atau mencapai Rp 32,29 triliun per kuartal III-2017.

Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Anggoro Eko Cahyo yakin bisnis KPR BNI akan tumbuh meski turun 0,8% atau menjadi Rp 36,05 triliun di kuartal III 2017. [KONTAN.CO.ID]

Dia adalah jurnaslis senior khusus di bidang polhukam dan ekonomi

Trending Business