December 22, 2009 05:35:04 Sydney, AustraliaDecember 22, 2009 03:35:04 Tokyo, JapanDecember 21, 2009 18:35:04 London, UKDecember 21, 2009 13:35:04 New York, US
Traders Club
The Social Community of Online Traders
  • Connect with other traders around the world
  • Create and Share articles
  • and many many more...
Traders Club

Sen

06

Jul

2009

Outlook minyak : Minggu ini di bawah $ 60 per barel.
Artikel - Komoditi
Ditulis oleh Lukman Hakim   
Minggu lalu, harga komoditi minyak masih menurun. Meski bursa NYMEX tutup hari Jumat untuk merakayak hari Kemerdekaan Amerika Serikat dan di perdagangkan secara elektronik sendiri dengan tidak mengeluarkan harga penutupan resminya.

Secara umum, tren harga masih bearish, dimana perekonomian Inggris yang mengalami penurunan sebesar 2.4 persen, kontraksi terbesar sejak 1958 serta peningkatan pengangguran AS sebesar 9.5 persen, terbesar dalam 26 tahun terakhir ini masih merupakan faktor dominan penggerak pasar.

Sementara suplai dan permintaan minyak mentah secara global masih menurun. Bursa saham Asia dan Pasar Uang juga tidak banyak beranjak menjelang pertemuan G8 minggu ini.

Para investor sendiri nampaknya mencoba hati-hati paska data pengangguran AS yang mencapai peningkatan 467,000 untuk bulan Juni dan tingkat rata-rata pengangguran AS saat ini adalah yang tertinggi dalam 26 tahun ini.

Koreksi yang terjadi di harga minyak ini  merupakan hal yang wajar setelah minyak rebound sebesar 42 percent pada kuartal terakhir ini atas melonjaknya pasar juga. Dalam jangka panjang, harus diantisipasi dan diperkirakan pula bahwa harga minyak masih memungkinkan untuk jatuh lagi hingga di bawah $60 per barrel di bulan Juli ini.

Tidak adanya dukungan isu fundamental seperti optimisme pemulihan ekonomi, kenaikan risk appetite, dan naiknya inflasi dalam jangka menengah hingga panjang, nampaknya emmebuat pasar sedikit lesu dan goyah.

sentimen pasar menjadi menurun dimana Dolar mengalami appresiasi sehingga berpengaruh secara signifikan terhadap pergerakan harga minyak pekan ini.
 
New Zealand3173.5211.980.38%Australia4783.4017.500.37%Nikkei 2259915.2543.570.44%TOPIX871.75-0.54-0.06%TSE 2nd Sec2089.87-7.64-0.36%JASDAQ47.25-0.07-0.15%Korea1594.870.050.00%Taiwan7692.9124.850.32%Taiwan OTC126.290.700.56%Shanghai3195.6320.440.64%Shanghai A3354.7722.910.69%Shanghai B230.356.482.90%Shenzhen A1203.9810.970.92%Shenzhen B574.828.271.46%SHSZ 3003520.8425.160.72%Shenzhen comp13225.62118.700.91%Hong Kong22615.90-11.31-0.05%HK CN Ent13502.5342.100.31%HK Aff Crp4129.00-12.13-0.29%Singapore2738.03-2.40-0.09%FTSE ST China286.66-0.36-0.12%Vietnam546.629.031.68%Thailand716.28-1.62-0.23%Philippines3064.3117.170.56%Malaysia1266.68-3.47-0.27%Indonesia2430.4926.611.11%India16849.60409.042.49%Pakistan6329.78102.391.64%