Financeroll.com - Minyak mentah hanya sedikit terkoreksi mendekati $77 per barel setelah sempat menguat kemarin karena trader membeli kembali kontrak berjangka ditengah spekulasi hilangnya kredit di Dubai tidak akan menghambat pemulihan ekonomi global.
Minyak naik 1,6 persen kemarin setelah Institute for Supply Management-Chicago Inc. mengatakan bahwa barometer bisnisnya naik 56,1, level tertinggi sejak Agustus 2008. Pertumbuhan manufaktur China memasuki fase tercepatnya dalam 18 bulan terakhir, November.
Minyak mentah untuk kiriman Janurari diperdagangkan $77,24 per barel, turun 4 sen di NYME. Kemarin kontrak naik $1,23 ke level $77,28 per barel. Minyak berjangka naik 73 persen tahun ini.
Minyak sebelumnya diperdagangkan $78 per barel 25 NOvember lalu, sebelum Dubai World, satu dari tiga perusahaan lokal Uni Emirat Arab mencari penundaan pembayaran hutang $59 miliar dan kewajiban lainnya. Hal ini mengurangi kekhawatiran timbulnya kemungkinan bangkrut yang bisa menyebabkan dolar semakin melemah terhadap mata uang berimbal balik besar lainnya.
Dolar melemah jelang hari kedua terhadap euro, meningkatkan invesatasi komoditas termasuk emas. Emas diperdagangkan $1,5013 per euro di Tokyo dari $1,5005 kemarin di New York.
Minyak juga menguat kemarin setelah dua insiden maritim. Bajak laut Somalia membajak supertanker Maran Centaurus asal Yunani yang membawa 2 juta barel minyak mentah menuju AS. Angkatan laut Iran menangka sebuah yacht asal Inggris dan menahan para krunya, seperti dikatakan oleh pemerintahan Inggris.
Persedian produk suling, termasuk heating oil dan diesel, diperkirakan berkurang 350.000 barel, penurunan tiga mingguan. Persediaan bensin diperkirakan naik 900.000 barel.
Minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Januari di London diperdagangkan $78,50 per barel, naik 3 sen di Singapura. Kemarin kontrak naik 1,7 persen menjadi $78,47 per barel, tertinggi sejak 18 November. |