|
|
Artikel -
Saham - saham Asia
|
|
Ditulis oleh Hilman Pradana
|
|
| | Jakarta, Financeroll.com - Rumor terpanas yang beredar di Bursa Efek Indonesia saat ini adalah PT Bumi Serpong
Damai akan melepas 18,29% saham atau sekitar Rp 1,5 miliar-Rp2 miliar secara langsung (private placement) dan PT
Macquarie Securities bertindak sebagai agen penjualannya. Menurut rencana mulai minggu depan kegiatan penjualan
akan dimulai sehingga para calon investor yang berminat masih harus bersabar. Tercatat disini bahwa perusahaan
pengembang untuk perumahan elit di kawasan Serpong, Banten, selain keluarga Eka Tjipta Widjaja (Grup Sinar Mas)
juga memiliki 3 pemilikan saham terbesar lain yaitu Paraga Artamida (37%), Warner Investment (31%) dan Serasi Niaga
Sakti (6%). Keluarga Eka Tjipta Widjaja menurut kabar yang beredar membutuhkan dana segar akibat bisnis kertas dan
kelapa sawit sedang mengalami masa-masa sulit. Bila penjualan saham ini laku keras maka diperkirakan keluarga Eka
akan mendapat Rp1,3 triliun-Rp 1,7 triliun. Siapa berminat? |
|
|
|
Artikel -
Saham - saham Asia
|
|
Ditulis oleh Hilman Pradana
|
|
| | Financeroll.com - Sektor keuangan dan sektor elektronik yang melemah paling tajam membuat index Asia
meredup diawal minggu. Ditunjang lagi dengan hasil data consumer spending September Amerika yang menurun
0,5% serta pengumuman pailit CIT Group Inc semakin memperkaya alasan jatuhnya index Asia diawal minggu.
Melemahnya index Asia ternyata juga diikuti oleh Index Harga Saham Gabungan (IHSG) meskipun faktor
fundamental di dalam negeri justru mendukung penguatan yaitu dirilisnya laporan inflasi oleh Bank
Indonesia sehingga pelaku pasar optimis akan terjadi aksi borong saham di lantai bursa. Inflasi Oktober
yang diperkirakan lebih rendah dari September lalu karena adanya idul fitri sekiranya akan membuat bank
sentral mempertahankan suku bunganya pada 6,5% atau bahkan bisa turun. Sementara itu bursa saham regional
yang melemah yaitu antara lain MSCI Asia Pasific Index melemah 1,2%, index Shanghai Composite melemah
0,67%, index Hang Seng melemah 2,05%, index Nikkei melemah 2,71%, index Strait Times melemah 0,57%, index
Kospi melemah 0,96%, S&P/ASX 200 Index melemah 2,1% dan index Taiwan Wighted 0,56%. Analis menyatakan
biasanya terjadi deflasi Indonesia di Oktober namun karena adanya kenaikan harga elpiji dan tarif tol
maka deflasi tersebut berubah jadi inflasi kecil sebesar 0,64%. Analis tersebut memperkirakan pergerakan
IHSG minggu ini akan akan bergerak stabil dan akan bearish sedikit hingga level support. Potensi rebound
terjadi namun investor cenderung mengamankan posisi (risk averse) sehingga pergerakan masih berada di
area konsolidasi. Sementara itu secara teknikal index Nikkei minggu ini diperkirakan masih berada di
bearish area dan diawal minggu setelah open gap down berhasil ditutup pada sesi siang ini. Index Hang
Seng juga terjadi open gap down pada sesi pagi dan open gap up pada sesi siang, sayang kedua sesi ini
tidak terjadi tutup gap dan diperkirakan minggu ini bergerak konsolidasi. Index Kospi diperkirakan minggu
ini bergerak bearsih meskipun diawal minggu tampak konsolidasi. |
|
|
Artikel -
Saham - saham Asia
|
|
Ditulis oleh Hilman Pradana
|
|
| | Financeroll.com - Pergerakan index Wall Street akan diwarnai oleh laporan keuangan sejumlah perusahaan
yang sering kali menimbulkan kekhawatiran investor. Dari pihak bursa saham Wall Street sendiri disinyalir
akan mengadakan pertemuan dengan para broker jika minggu ini Wall Street terkoreksi dalam akibat aksi
jual investor melihat laporan keuangan sejumlah perusahaan yang kurang bagus. Tampaknya sektor keuangan
menjadi salah satu yang mengalami performa buruk di minggu ini. Analis menyatakan keadaan minggu ini
kemungkinan tidak secerah minggu lalu dimana banyak laporan keuangan perusahaan yang hasilnya bagus
sehingga mendongkrak performa Wall Street. Tidak heran bila pelaku pasar merasa optimis bahwa Amerika
sudah hampir pulih dari resesi. Sementara itu keadaan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak kurang
bergairah dipicu oleh kepastian mengenai susunan kabinet SBY-Boediono 2009-2014. IHSG sempat melemah
menjadi 2.502,660 atau (0,45%) dengan volume traksaksi sebesar 411,76 juta lembar saham senilai
Rp542,335 milyar. Pengamat menyatakan pengaruh dari menurunnya index utama Asia tidak terlalu signifikan,
lagipula dalam sesi berikutnya index utama Asia tampaknya mengalami penguatan. Tercatat disini MSCI Asia
Pasific Index melemah 0,7% pada level 118,76 seiring melemahnya saham perusahaan-perusahaan kawasan Asia.
Index Nikkei melemah 1,1%, index S&P/ASX 200 Index melemah 1,1% dan index Kospi melemah 1,3%. Pengamat
lainnya menyatakan susunan kabinet SBY-Boediono khususnya kabinet ekonomi seperti janggal dimana MenKo
Perekonomian dipegang oleh Hatta Rajasa yang kurang mengerti ekonomi. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa
fokus pemerintahah 2009-2014 adalah sektor infrastruktur dan energi demi kesejahteraaan masyarakat. Namun
disisi lain menurutnya salah satu persyaratan sebuah negara untuk keluar dari krisis keuangan global
serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi adalah perbaikan infrastruktur. Sektor energi menjadi fokus karena
banyak masalah energi di dalam negeri, selain melonjaknya harga emas. Diperkirakan level IHSG yang selama
beberapa ini hari mengalami sideway antara 2.485-2.540 maka dalam minggu ini akan menguat menuju level
psikologi di 2.600an. Dilain pihak secara teknikal index utama Asia diperkirakan dalam minggu ini masih
dalam bullish trend. Namun penguatan ini sepertinya tidak terlalu kuat seperti halnya faktor fundamental
yang mendukung optimisme pelaku pasar Asia bahwa krisis keuangan global semakin berkurang pesat. Apalagi
ada indikasi bahwa laporan keuangan sejumlah perusahaan Amerika yang hasilnya kurang bagus. Bisa jadi
keadaan tersebut membuat index utama Asia terkoreksi sesaat di minggu ini. |
|
|
Artikel -
Saham - saham Asia
|
|
Ditulis oleh Hilman Pradana
|
|
| | Financeroll.com - Awal minggu yang suram bagi index utama Asia dimana sektor teknologi dan sektor tambang
memimpin kejatuhan index utama. Data unemployment Amerika yang hasilnya tinggi serta melamahnya index Dow
Jones sebesar 0,23% telah membawa angin buruk bagi index kawasan Asia. Dari sini tercatat MSCI Asia
Pasific Index melemah 0,3%, terendah sejak 21 Agustus lalu. Beberapa index utama Asia yang melemah yaitu
index Kospi melemah 1,6% dan index NZX Selandia Baru melemah 0,4%. Export produk-produk Asia ke Amerika
juga mengalami penurunan seperti Samsung Electronics turun 2,9% dan Honda turun 1,5%. Tidak terkecuali
Index Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengikuti jejak kawan sejawatnya seperti index Hang Seng, index
Nikkei dan index Kospi yang bearish trend di awal minggu. Memang bursa saham Wall Street menguat beberapa
waktu belakangan ini akibat tidak mendapat dukungan dari data-data ekonominya. Ditambah lagi dengan
adanya trend bearish maka investor di Indonesia cenderung mengambil keuntungan untuk memanfaatkan situasi
sebelum jatuh lebih dalam lagi. Namun salah seorang analis menyatakan keyakinannya bahwa pelemahan index
utama Asia tidak akan bertahan lama karena harga-harga komoditas menguat seperti harga logam bijih besi,
nikel dan emas. Pernyataan ini bisa menjadi angin segar bagi pelaku pasar meskipun faktor fundamental
dari Amerika tidak mendukung. Bahkan banyak ekonom yang yakin bahwa perbaikan ekonomi akibat krisis
keuangan global berlangsung lama sempat membuat pesimis investor. Ditambah lagi dengan kebijakan
pemerintah Cina yang akan menunda kucuran dana segar paket stimulus, adanya spekulasi beberapa bank
Amerika akan ditutup lagi dan sentimen penguatan yen bisa membuat index utama Asia bertahan di area
merah. Meskipun demikian investor Asia tetap optimis dengan keadaan sekarang karena pemulihan ekonomi
kawasan Asia lebih cepat daripada negara-negara maju. Sementara itu secara teknikal index Nikkei, Hang
Seng dan Kospi masih bearish trend cenderung sideway. Untuk index Nikkei masih ada kemungkinan penguatan
di minggu ini. Index Hang Seng kemungkinan cenderung bullish minggu ini meskipun belum terlihat indikasi
tutup gap dari awal Oktober lalu. Sedangkan index Kospi kemungkinan cenderung bearish minggu ini dan beum
ada tanda-tanda penguatan. Harapan akan pernyataan analis yang menyatakan pemulihan ekonomi kawasan Asia
lebih cepat dari negara-negara maju adalah modal keyakinan bagi investor Asia yang tidak mudah luntur.
Diharapkan IHSG pun turut mengikuti jejak kawan sejawatnya tersebut walaupun pergerakan saham dari
masing-masing korporat masih terbilang mix serta beberapa kebijakan suspend dari otoritas Bursa Efek
Indonesia. |
|
|
|
Artikel -
Saham - saham Asia
|
|
Ditulis oleh Faisal Justin
|
|
| | | Jakarta, Financeroll.com - Raksasa minyak BP hari ini mengungkapkan akan menjual BP Jawa Barat ke perusahaan pertambangan milik pemerintah Indonesia PT Pertamina senilai $280 juta.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Artikel -
Saham - saham Asia
|
|
Ditulis oleh Lukman Hakim
|
|
| | Financeroll.com - Kekhawatiran akan kondisi perekonomian global yang bakal menurun sepanjang tahun ini membuat pelaku pasar lebih banyak melepas posisi mereka dan mencoba melindungi investasi mereka di bentuk lain,seperti emas yang mulai naik dan juga di pasar uang.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Artikel -
Saham - saham Asia
|
|
Ditulis oleh Lukman Hakim
|
|
| | Financeroll.com -- Terkadang diperlukan suatu krisis keuangan yang baik untuk sekedar mengingatkan kita betapa saat ini kita benar-benar terhubungkan satu sama lainnya. Pada saat pasar modal AS remuk redam di tahun 1929, gelombang kejutnya menghantam perekonomian London, Paris dan beberapa kota besar lain kemudian. Hal ini seakan menjadi contoh pertama kalinya bagiamana perekonomian global bisa terjangkit satu sama lainnya.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 2 |